Terbukti Bersalah Melanggar Kode etik Kepolisian, Dua Oknum Mantan penyidik Reskrimum Polda Maluku, Bripka Herman Dan Aipda Haerun Abu Di Vonis Bervariasi, Dalam penanganan Perkara AGM.

- Publisher

Wednesday, 2 August 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM-Ambon-Terbukti melanggar kode etik Kepolisian, Bripka Herman dan Aipda Hairun Abu divonis bervariasi dalam kasus pemerasan dan rekayasa BAP yang terjadi pada tahun 2021 lalu.

Hal itu diungkapkan oleh Kabidpropam Polda Maluku, Komisaris Besar Polisi (Kombes) Nugroho Agus Setiawan. S.I.K. MH. Rabu 02/08/23 menyebutkan bahwa Bripka Herman, yang merupakan mantan penyidik Reskrimum Polda Maluku itu terbukti bersalah melakukan kriminalisasi terhadap AGM.

“Bripka Herman, telah menggiring pertanyaan ke AGM tanpa didampingi pengacara sekalipun, Padahal Bripka Herman telah menjanjikan AGM didampingi salah satu pengacara, nyatanya selama AGM diperiksa Oleh Bripka Herman, yang bersangkutan tidak didampingi satu pun pengacara.” ucapnya

Dikatakan, sidang Kode Etik itu di pimpin langsun oleh AKBP. Deny Nanlohy pada tanggal 25/07/23 lalu.

Didalam persidangan Kode Etik Propam Polda Maluku itu memutuskan Herman dan Hairun telah terbukti bersalah melanggar Kode Etik dengan Hukuman yang bervariasi.

“Saudara Bripka Herman dan Aipda Hairun Abu, dalam penjelasan Kadiv Propam bahwa dalam persidangan telah di putuskan bahwa Suadara Herman di putuskan bersalah dengan dengan sanksi, demosi selama 10 tahun, patsus selama 30 hari sementara itu,Aipda Hairun Abu mendapatkan hukuman demosi 2 tahun dan patsus 30 hari.” jelasnya.

Di jelaskan oleh Kadiv Propam bahwa dengan putusan tersebut maka saudara Herman akan perlakukan hukuman demosi 10 tahun dengan hukuman mutasi, pelepasan jabatan, dan penurunan esalon

Tak hanya itu, Herman juga diberi pemindahtugasan ke jabatan, fungsi atau wilayah yang berbeda serta hukuman patsus yakni penahahan di tempat khusus selama 30 hari,

Sedangkan, saudara Aipda Hairun di jatuhi hukuman berupa demosi selama 2 tahun dan patsus selama 30 hari.

Diketahui, Kedua Oknum penyidik tersebut telah melakukan perbuatan yang melanggar kode Etik Kepolisian saat melakukan pemerasan dan rekayasa BAP pada salah satu korban berinisial AGM, pada tahun 2021 lalu.

Bahkan, sebelum komisi kode etik yang lama menyelesaikan sidang kode etik, pihaknya akan mengusulkan pembentukan komisi baru terkait sidang kode etik Bripka Herman dan Aipda Hairun Abu yang telah menjadi atensi pimpinan (Kapolda) itu.

Sebelumnya desakan agar Kapolda Maluku dan Kapolri menindak tegas oknum penyidik Detrskrimum Polda Maluku Bripka Herman dan Aipda Haerun Abu yang mengalir deras di Polda Maluku. Yang mana dalam penyidikan terlapor berinisial AGM, disinyalir Bripka Herman melakukan kriminalisasi terhadap terlapor akibat BAP di Rekayasa. (IM-03).

Berita Terkait

Kapolres SBB Kerahkan 92 Personel Lokalisir pertikaian Patahuwe-Lisabata, Situasi Kini Kondusif Warga dihimbau menahan diri
Gubernur Maluku Ucapkan Selamat HUT Ke-451 Kota Ambon
Buka Lahan Perkebunan, Taborat Minta Warga Sangliat Krawain Lindungi Hutan
Dosen Poltekkes Maluku Sampaikan Klarifikasi Dan Hak jawab.
Bukan Sekadar Bantuan, Kodam XV/Pattimura Bawa Pesan Persaudaraan dari Maluku untuk NTT
HUT ke-78 Polwan, Kapolda Maluku Dorong Polwan Perkuat Profesionalisme dan Beri Dampak signifikan bagi Masyarakat
 HEBOH Di Poltekkes Maluku! Oknum Dosen Diduga Ancam Warga dan Intimidasi Mahasiswa, Kemenkes Diminta Turun Tangan”
Alasan Kinerja Kepala Dinas Wajib Dipublikasikan, Publik Berhak Tahu Uang Negara Dipakai untuk Apa
Berita ini 923 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 12 September 2026 - 11:23 WIT

Kapolres SBB Kerahkan 92 Personel Lokalisir pertikaian Patahuwe-Lisabata, Situasi Kini Kondusif Warga dihimbau menahan diri

Monday, 7 September 2026 - 18:44 WIT

Gubernur Maluku Ucapkan Selamat HUT Ke-451 Kota Ambon

Monday, 7 September 2026 - 11:29 WIT

Buka Lahan Perkebunan, Taborat Minta Warga Sangliat Krawain Lindungi Hutan

Friday, 4 September 2026 - 15:21 WIT

Dosen Poltekkes Maluku Sampaikan Klarifikasi Dan Hak jawab.

Wednesday, 2 September 2026 - 10:33 WIT

Bukan Sekadar Bantuan, Kodam XV/Pattimura Bawa Pesan Persaudaraan dari Maluku untuk NTT

Berita Terbaru