Infomalukunews.com, Seram Bagian Barat, 30/4/2026- Kondisi Partai Hanura di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kian menjadi Terpuruk. Penilaian terhadap merosotnya citra partai semakin menguat, terutama setelah mencuatnya kembali rekam jejak hukum Plt Ketua DPC Hanura SBB, David Soleman Katayane.
Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Ambon, yang bersangkutan telah dinyatakan bersalah dalam perkara tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) dan dijatuhi hukuman 1 tahun 4 bulan penjara. Fakta hukum tersebut kini menjadi perhatian publik dalam menilai integritas kepemimpinan partai di tingkat daerah.
Di tengah situasi tersebut, Koordinator Daerah (Korda) SBB, Marsel Maspaitella, didesak untuk bertanggung jawab secara politik atas dinamika yang terjadi.
Sejumlah Kader Hanura SBB menilai bahwa peran Korda sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan partai di daerah.
Dorongan ini tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari internal partai. Seorang kader Hanura SBB yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa kondisi saat ini membutuhkan penjelasan terbuka dari Ketua DPD Hanura provinsi Barnabas Nathaniel Orno.
“Kami di internal juga merasa perlu ada kejelasan. Ini menyangkut nama baik partai dan kepercayaan masyarakat,” ujar kader tersebut.
Sorotan terhadap kepemimpinan ini juga tidak terlepas dari penurunan signifikan kekuatan elektoral Partai Hanura di SBB dalam satu dekade terakhir. Dari sebelumnya memiliki lima kursi di DPRD SBB dan sempat menduduki kursi Ketua DPRD, kini perolehan tersebut merosot hingga tersisa satu kursi, serta kehilangan posisi strategis di parlemen daerah.
Sejumlah kader menilai bahwa kondisi ini harus menjadi bahan evaluasi serius. Mereka mendorong adanya langkah konsolidasi internal serta keterbukaan informasi kepada publik guna memulihkan citra partai.
Pengamat politik lokal AR Sangaji menilai bahwa situasi ini merupakan ujian bagi komitmen partai dalam menjaga integritas dan akuntabilitas. Transparansi dinilai sebagai langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan publik yang terus menurun.
Hingga rilis ini disampaikan, belum terdapat pernyataan resmi dari Korda SBB Marsel Maspaitella maupun pihak DPC Hanura SBB terkait sorotan yang berkembang.
Publik dan kader partai pun berharap adanya respons yang cepat dan terbuka.
Ke depan, seluruh pihak diharapkan dapat menyikapi persoalan ini secara bijak, dengan tetap menjunjung tinggi asas hukum, etika publik, serta menjaga kondusivitas sosial di tengah masyarakat.(IM-03)







