Infomalukunews.com, Ambon — Suasana kebersamaan yang hangat dan penuh makna mewarnai Halal Bi Halal Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Maluku. Dalam momentum yang sarat nilai persaudaraan itu, sosok Wakil Rektor IV Universitas Pattimura (Unpatti), Dr. Ruslan H. S. Tawari, tampil menyuarakan gagasan besar yang tak hanya menyentuh Maluku, tetapi juga menggugah perhatian nasional.
Di hadapan Wakil Gubernur Maluku, para cendekiawan dan tokoh masyarakat, Dr. Ruslan menegaskan bahwa Maluku saat ini sedang bersiap menjadi tuan rumah agenda nasional ICMI pada Desember 2026. Bagian dari sebuah kehormatan yang sekaligus membawa tanggung jawab besar. Agenda ini tidak sekadar forum organisasi, melainkan panggung strategis untuk menegaskan peran intelektual dalam membangun Indonesia yang berkeadilan dan berintegritas.
Lebih dari itu, Dr. Ruslan secara terbuka mendorong kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangkaian kegiatan tersebut, termasuk momentum Muktamar ICMI dan perayaan Natal di Kota Ambon.
“Kehadiran Presiden di Ambon akan menjadi simbol kuat persatuan nasional. Ini bukan hanya soal seremoni, tetapi pesan kebangsaan yang lahir dari tanah Maluku—tanah orang basudara,” ujar Dr. Ruslan dengan penuh keyakinan.
Menurutnya, jika Presiden berkenan hadir, maka Ambon akan menjadi ruang perjumpaan nilai-nilai kebangsaan yang autenti. Di mana keberagaman tidak sekadar dirayakan, tetapi dirawat dalam semangat hidup orang basudara. Momentum Muktamar ICMI yang beriringan dengan perayaan Natal dinilai sebagai representasi nyata harmoni Indonesia.
Gagasan tersebut juga sejalan dengan arah besar pembangunan nasional melalui Asta Cita yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo, serta Sapta Cita Lawamena sebagai visi pembangunan Maluku. Dalam perspektif Dr. Ruslan, keduanya akan menemukan titik temu yang kuat jika dibingkai dalam semangat kerukunan dan persatuan.
“Kita ingin menunjukkan bahwa dari Maluku, Indonesia belajar tentang arti persaudaraan. Ketika kerukunan terjaga, maka cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045 bukan sekadar harapan, tetapi keniscayaan,” tegasnya.
Selain membawa pesan kebangsaan, agenda nasional ICMI di Maluku juga diproyeksikan memberi dampak luas bagi daerah, mulai dari penguatan ekonomi lokal, promosi pariwisata, hingga terbukanya jejaring intelektual lintas wilayah.
Dengan kepemimpinan dan gagasan yang visioner, Dr. Ruslan H. S. Tawari tidak hanya menempatkan Maluku sebagai tuan rumah kegiatan nasional, tetapi juga sebagai episentrum nilai. Tempat di mana persatuan, keilmuan, dan kemanusiaan bertemu dalam satu panggung besar Indonesia.(IM-03)






