Pemkot Ambon Dan PT. Modern MultiGuna Mencekik Leher Para Pedagang Plaza Ambon 

- Publisher

Wednesday, 15 May 2024 - 17:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Infomalukunews.com. Ambon-Puluhan Pedagang Ambon Plaza (Amplaz) bersama Aliansi Pemuda Peduli Pedagang (APPP) menggelar aksi demo di depan kantor Balai Kota Ambon dan Kantor PT. Modern MultiGuna.

Dalam aksi itu mereka meminta Pj Walikota Bodewin Wattimena agar dapat mengevaluasi dan membatalkan kontrak dengan PT. Modern Multi Guna. Rabu 15/05/24.

Selain itu, masa aksi juga meminta Pj Walikota Ambon dan PT. Modern Multi Guna untuk turungkan harga sewa Kios 50% dari nilai tagihan pungli.

Kordinator Lapangan (Korlap) Ais Souwakil dalam orasinya mendesak Walikota Ambon agar harus berpihak dan memperhatikan nasib hidup para pedagang Amplaz

Selain itu dirinya meminta kepada Walikota Ambon untuk mengevaluasi dan sekaligus membatalkan kontrak dengan PT. Modern Multi Guna, karena melakukan pungli terhadap para pedagang Amplas.

“Pj Walikota Ambon harus meninjauh kembali dan merubah nilah bagi hasil dan proyeksi keuntungan skema kerjasama pemanfaatan (KSP) yang mengakibatkan kemalahan biaya kontrak oleh pedagang,” teriaknya.

Selain itu kata Souwakil, Perjanjian kontrak antara Walikota dan PT. Modern harus di audit oleh BPKP karena patut di curigai bahwa ada proyeksi keuntungan dan bagi hasil yang di sepakati terlalu banyak dan sangat tinggi sehingga dapat membunuh para pedagang Amplas.

“Kami mendesak Pj Walikota Ambon dan PT. Modern untuk turungkan harga sewa Kios 50% dari nilai tagihan pungli saat ini. Pemerintah Kota Ambon dan PT. Modern harus memperpanjang kontrak selama 5 tahun secara gratis kepada pedagang sebagai akibat dari keadaan Forse Majure (Kerusuhan, Gempa Bumi dan Covid-19),” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Sekertaris kota Ambon Agus Ririmase, dihadapan para pendemo menyatakan, bahwa dalam waktu dekat akan pasti memanggil pihak-pihak terkait.

“Ya kami akan memanggil pihak PT. Modern Multiguna, guna membahas problem yang terjadi saat ini yang dialami oleh para pedagang Amplas,” kata Ririmasse

Sementara itu, salah satu pedangan saat diwawancari media ini mengatakan,

“Gerakan ini murni dari kami para pedagang Amplas. Tidak di tunggangi oleh kepentingan sepihak, tetapi ini kepentingan bersama para pedagang Amplas.” ucapnya.

Dirinya mengapresiasi Sekot Ambon karena telah mendengar keluhan para pedagan.

“Kami (pedagang) mengapresiasi Pak Sekot karena keluhan kami bisa di dengar dan terima kasih telah memberikan solusi yang baik bagi kami para pedagang yang sementara mencari hidup di tempat yang selama ini kami menempatinya,” ungkap pedagang

Selain itu salah satu pedagan yang juga mengakatan, pihaknya merasa kesal atas harga Kios di pusat pembelanjaan Plaza Ambon naik drastis. PT. Modern MultiGuna, selaku pengelola menetapkan harga sewa lapak sangat mahal, dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp 400 juta, Rp 500 juta bahkan hingga Rp 700 juta lebih per-5 tahun.

“Harga yang sangat Fantansis ini, tapi Pemkot Ambon terkesan diam di tempat. Pemkot sibuk dengan kepentingan Pilkada 2024 mendatang. Sehingga kurang memperhatikan nasib para Pedagang Ambon Plaza,” cetusnya

Dikatakan, problem saat ini yang di hadapi para Pedagang semestinya harus ada perhatian yang serius dari Pemkot Ambon. Bukan sebaliknya hanya diam di tempat.

“Kita tahu bersama bahwa satu dua tahun yang lalu kita dilanda dengan wabah penyakit dunia dalam hal ini Covid-19. Sehingga mempengaruhi Perekonomian yang belum membaik, tetapi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan PT. Modern MultiGuna, mencekik leher para Pedagang Plaza Ambon dengan cara menaikan harga lapak.” ujarnya

Dijelaskan, paska kita dilanda wabah penyakit covid-19 pendapatan kita Pedagang belum stabil, tapi Pemkot Ambon dan PT. Modern MultiGuna, malah memberatkan kita para Pedagang Ambon Plaza.

“Harga lapak itu seolah mencekik leher para Pedagang. Bagaimana tidak, ditengah pemulihan ekonomi pasca Covid-19 dilanda, pengelola langsung pasang harga yang jauh melambung. Hal tersebut menjadi berat bagi para pedagang Amplaz,” kesalnya

Tak hanya itu, salah satu pemuda yang tergabung dalam liansi Pemuda Peduli Pedagang (APPP) Ambon, meminta agar masalah tersebut menjadi perhatian serius, untuk bagaimana mencari solusi terbaik agar dapat diterima semua pihak, baik oleh Pemkot Ambon selaku pemilik aset maupun PT. Modern Multiguna, selaku pengelola dan Pedagang sebagai pengguna Jasa.

“Pak Hj. Irfan Hamka, SE, Ketua Aliansi KOHIPPA, menyampaikan kekesalan-nya dihadapan Pemerintah Kota Ambon. Kami minta tolong perhatikan nasib (kami) para pedagang Amplas yang tertindas saat ini. Menurutnya kontrubusi terbesar untuk Kota Ambon, salah satunya para pedagang Amplas di tahun-tahun sebelumnya, hingga saat ini. Tetapi kenaikan harga ruko yang di naik oleh pihak Swasta, PT. Modern Multiguna, saat ini Pemerintah Kota terkesan diam di tempat. Oleh karena itu Pak Budewin Wattimena (BW) tolong perhatikan kami,” ujar Irfan.

Hal yang sama disampaikan oleh Pak Edison Wambuloli, bahwa kami para pedagang Amplas sangat kecewa lantaran harga ruko-ruko di Amplas sangat mahal.

“Kasian katong punya anak-anak ada sekolah dan juga kuliah, katong mau ambil uang dari mana untuk membiayai anak-anak kami. Kenaikan harga ruko-ruko ini kami kewalahan untuk membiayai kehidupan anak istri,” tuturnya

Dirinya meminta Penjabat Walikota sebelum turung dari Jabatan sebagai Walikota Ambon, tolong perjuangkan hak-hak para pedagang Amplas saat ini.

“Katong berharap kepada Penjabat Walikota, Budewin Wattimen, supaya perhatikan nasib para pedagang Amplas,” pungkasnya. (IM-GB)

Berita Terkait

Kecerdasan dan Kemampuan Spiritual Yang Dapat Menangkal Dampak Negatif Artificial Intelligence Terhadap Nilai Kemanusiaan
RM. Putri Bungsu jalan Said Perintah Kota Ambon dipasangi Police Line
389 Atlit Karate Ikuti Kejuaraan INKANAS Maluku
OKP Cipayung Plus Apresiasi Kapolda Maluku: Tugas Kita Bersama Menjaga Maluku Aman dan Damai
Polnam Gelar Pelatihan Penggulung Benang Otomatis Dan Pengrajin Tenun 
15 Tahun Jadi Kepsek SMA Neg 9 KKT, Melianus Reskin di Nilai Gagal.
Ada Unsur Politik di Kasus Dugaan Korupsi Seragam Dinas Pendidikan SBB
Pemkot Ambon Gelar Hut Korpri Ke-52 Tahun
Berita ini 135 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 21 May 2024 - 16:19 WIT

Mantan Kabareskrim Minta Publik Sabar dan Tak Berasumsi Terkait Kasus Vina

Tuesday, 21 May 2024 - 16:17 WIT

WWF Aman dan Kondusif, Menteri PUPR Apresiasi Pengamanan TNI-Polri

Tuesday, 21 May 2024 - 15:47 WIT

Asri Arman, Si – Kuda Hitam Idola Masyarakat SBB.

Tuesday, 21 May 2024 - 12:15 WIT

Satgas Operasi Pekat Salawaku Amankan Pasangan Non-Suami Istri dan Judi di Hotel

Tuesday, 21 May 2024 - 09:51 WIT

Ferly Tahapary Dan A. Manan Latuconsina, Deklarasi Maju Sebagai Pasangan Bakal Calon walikota dan Wakilkota Ambon

Tuesday, 21 May 2024 - 00:29 WIT

Ada Penyelenggaraan WWF ke-10, Pelaku UMKM di Bali ‘Kecipratan’ Dampak Positifnya

Tuesday, 21 May 2024 - 00:23 WIT

Long Weekend Saat WWF Berlangsung, Polda Jatim Tambah Personel di Pelabuhan Ketapang

Monday, 20 May 2024 - 23:44 WIT

Plh Sekda Maluku Syuryadi Sabirin, Pimpin Upacara Harkitnas Ke-116 Tahun.

Berita Terbaru

Headline

Asri Arman, Si – Kuda Hitam Idola Masyarakat SBB.

Tuesday, 21 May 2024 - 15:47 WIT