Infomalukunews.com, Ambon – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Yan Zamora Noach, menyoroti minimnya tenaga pengelola asrama di SMAN Siwalima Ambon yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Maluku.
Menurut Noach, hingga saat ini belum tersedia tenaga khusus yang bertanggung jawab mengelola kehidupan siswa di asrama. Akibatnya, tugas tersebut masih dibebankan kepada para guru yang sejatinya memiliki tanggung jawab utama sebagai tenaga pendidik.
Persoalan ini menjadi salah satu temuan Komisi IV DPRD Provinsi Maluku saat melakukan pengawasan langsung ke SMAN Siwalima beberapa waktu lalu.
“Guru tidak hanya bertugas mengajar di kelas, tetapi juga harus mengurus kegiatan di asrama hingga malam hari. Padahal, keesokan paginya mereka harus kembali melaksanakan tugas utama mengajar,” kata Noach saat dihubungi dari Ambon.
Ia menjelaskan, sekolah berasrama memiliki kebutuhan pengelolaan yang berbeda dibandingkan sekolah pada umumnya. Selain kegiatan belajar mengajar, terdapat berbagai aktivitas siswa di luar jam pelajaran yang membutuhkan pengawasan dan pembinaan secara berkelanjutan.
Namun karena belum tersedia tenaga khusus pengelola asrama, tanggung jawab tersebut akhirnya dipikul oleh para guru. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kelelahan dan berdampak pada efektivitas pelaksanaan tugas mengajar.
“Seharusnya ada tenaga pengelola asrama yang memang ditugaskan secara khusus untuk menangani kehidupan siswa di lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan demikian, guru dapat lebih fokus menjalankan fungsi pendidikan di dalam kelas,” ujarnya.
Noach menegaskan, keberadaan tenaga pengelola asrama bukan sekadar kebutuhan administratif, tetapi merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan berasrama. Kehadiran tenaga khusus akan membantu memastikan pembinaan karakter, kedisiplinan, serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari siswa dapat berjalan lebih optimal.
Karena itu, DPRD Provinsi Maluku mendorong Pemerintah Daerah untuk mempertimbangkan penambahan sumber daya manusia yang secara resmi ditugaskan mengelola asrama SMAN Siwalima.
Selain menyoroti persoalan pengelolaan asrama, Noach juga mengapresiasi sejumlah perkembangan positif yang ditemukan dalam hasil pengawasan tersebut. Salah satunya adalah membaiknya pasokan air bersih yang sebelumnya menjadi keluhan utama siswa dan pihak sekolah.
“Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, kondisinya sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ini merupakan kemajuan yang patut diapresiasi,” katanya.
Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah, baik dari sisi sistem pengelolaan maupun penyediaan fasilitas pendukung bagi siswa.
Menurut Noach, keberhasilan SMAN Siwalima sebagai salah satu sekolah unggulan di Maluku tidak hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga oleh sistem pembinaan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal siswa selama menempuh pendidikan.
“Apabila ingin menghasilkan lulusan yang berkualitas, maka seluruh aspek pendukung pendidikan harus diperhatikan, termasuk pengelolaan asrama. Jangan sampai guru terbebani dengan tugas yang terlalu banyak hanya karena belum tersedianya tenaga khusus,” tegasnya.
Ia berharap hasil pengawasan DPRD dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola SMAN Siwalima ke depan. Dengan dukungan sumber daya manusia yang memadai, kualitas layanan pendidikan dan pembinaan siswa diyakini akan semakin meningkat.
“Pemerintah perlu memandang persoalan ini secara serius. Kehadiran tenaga pengelola asrama akan membantu menciptakan sistem pendidikan berasrama yang lebih efektif dan memberikan manfaat bagi perkembangan siswa maupun kelancaran tugas guru,” tandas Noach.(IM-03)







