Infomalukunews, Ambon – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, menjadi momentum penting untuk memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan para lanjut usia (lansia) di Kota Ambon.
Berbagai kegiatan sosial digelar dalam peringatan tersebut, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis hingga penguatan program pemberdayaan bagi kaum lansia. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026) itu merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kota Ambon bersama BKKBN.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa lansia bukanlah beban bagi keluarga maupun masyarakat. Sebaliknya, mereka merupakan sumber pengalaman, inspirasi, dan teladan yang sangat berharga bagi generasi muda.
“Peringatan HLUN bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana perhatian dan pelayanan pemerintah kepada para lanjut usia,” kata Wattimena dalam sambutannya.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melayani masyarakat sejak lahir hingga meninggal dunia, termasuk memastikan para lansia mendapatkan hak dan pelayanan yang layak.
Ia menjelaskan, Kota Ambon saat ini masih menikmati bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding usia nonproduktif. Namun kondisi tersebut diperkirakan akan berubah dalam beberapa dekade mendatang, sehingga berbagai langkah strategis perlu dipersiapkan sejak sekarang untuk menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia.
Pemerintah Kota Ambon bersama BKKBN terus memperkuat berbagai program yang berpihak kepada lansia, di antaranya pembentukan Sekolah Lansia, kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL), penguatan Posyandu Lansia, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pengembangan layanan kesehatan ramah lansia di puskesmas dan rumah sakit.
Dalam kesempatan itu, Wattimena juga mengungkapkan rencana pembangunan rumah sakit khusus bagi masyarakat miskin di Kota Ambon. Melalui program tersebut, warga nantinya cukup menggunakan KTP Kota Ambon untuk memperoleh layanan kesehatan secara gratis.
“Kita ingin lansia tetap berdaya secara ekonomi, tetap produktif, dan memperoleh ruang yang layak untuk berkarya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam memberikan penghormatan dan perhatian kepada orang tua. Menurutnya, pengalaman hidup yang dimiliki para lansia merupakan aset berharga yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Jangan pernah menjadikan orang tua sebagai beban. Jadikan mereka sumber inspirasi dan teladan karena mereka memiliki pengalaman hidup yang sangat berharga untuk anak dan cucu-cucu mereka,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Edi Setiawan, mengungkapkan bahwa usia harapan hidup masyarakat Kota Ambon saat ini mencapai 73 tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Maluku yang berada pada angka 70 tahun.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, tantangan ke depan bukan hanya memperpanjang usia harapan hidup, tetapi juga memastikan para lansia dapat menjalani kehidupan yang sehat, mandiri, produktif, dan bahagia.
“Kita ingin lansia di Kota Ambon tidak hanya hidup lebih panjang, tetapi juga tetap sehat, mandiri, sejahtera, dan bahagia,” ujarnya.
Kegiatan peringatan HLUN ke-30 ini turut mendapat apresiasi dari Tim Penggerak PKK Kota Ambon yang dipimpin oleh Liza Wattimena bersama jajaran. Dukungan lintas sektor tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Ambon sebagai kota yang ramah dan peduli terhadap kaum lanjut usia.(IM-03)







