Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Anak Propinsi Maluku Lakukan Sosialisasi Di Kabupaten kepulauan Aru.

- Publisher

Friday, 17 March 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM-Dobo;— Kegiatan sosialisasi kekerasan terhadap perempuan dan anak berlangsung di kabupaten kepulauan Aru yang diselenggarakan oleh Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku adalah untuk mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak yang semakin tinggi ini. kegiatan berlangsung di gedung sitakena pada Kamis 16 Maret 2023 dan di hadiri oleh seluruh OPD dalam lingkup Pemkab Aru.

Wakil Bupati Muin Sogalrey dalam sambutannya sangat merespon kegiatan sosialisasi kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kepulauan Aru.

Dan sosialisasi mengatasi kekerasan dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku ini, sangat baik untuk mengatasi dan meminimalisir tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aru,” jelas Wakil Bupati Aru, di sela-sela kegiatan Forum OPD se-Maluku.
Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selama 2 (dua) hari (16-17 Maret 2023) di Kabupaten Aru, mengusung tema, ‘Peningkatan Implementasi Pengarusutamaan Gender & Pemenuhan Hak Anak di Provinsi Maluku’ diikuti 6 (enam) kabupaten/kota yakni, Kabupaten MBD, KKT, Malra, Kota Tual, Bursel dan Kabupaten Aru sebagai tuan rumah 2023 ini.

Menurut Sogalrey, kepercayaan Gubernur Maluku untuk menyelenggarakan kegiatan Forum OPD di Kabupaten Aru, merupakan sebuah kebanggaab bagi instansi OPD terkait demi mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan hak anak. Pasalnya untuk anak-anak sebagai generasi bangsa, harus mendapat perhatian dari para orang tua dan instansi terkait demi menekan tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya di Kabupaten Aru ini.

“Anak-anak sebagai denerasi penerus bangsa, harus mendapat perhatian dari orang tua dan instansi terkair serta berbagai pihak. Saya akui, memang tidak semudah membalik telapak tangan. Tapi kami yakin, secara perlahan dan terus-menerus disosialisasikan, saya pastikan tungjat kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Aru akan menurut. Saya yakin itu,” tegas Sogalrey.

Di tempat yang sama, Kadis P3A Promal, Dra. Halimah T. Soamole, M.Si menambahkan, dari informasi 11 kabupaten/kota se-Maluku, tingginya tingkat kekerasan perempyan dan anak salah satu faktor adalah mengenai tingkat perekonomian keluarga dan rendahnya pengetahuan orang tua dalam mendidik anak.

“Terhadap itulah, berbagai masukan dari kabupaten/kota se-Maluku mengenai tingkat kekerasan perempuan dan anak menjadi perhatian penting Dinas P3A Maluku hingga kabupaten/kota. Untuk itu Forum OPD ini perlu kami lakukan demi menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Maluku,” tutur Soamole.

Dirinya menambahkan, data kekerasan yang diterima, Dinas P3A Maluku menyampaikan ke Kementerian di pusat. Dan dari masukan-masukan Dinas P3A kabupaten/kota se-Maluku, ada sejumlah rekomendasi yang diangkat. Kemudian diimplementasikan dalam Forum OPD se-Maluku.

“Selain kekerasan terhadap perempuan dan hak anak, ada juga masalah gender menjadi perhatian kami. Bahkan ada bantuan-bantuan diberikan ke keluarga-keluarga yang perlu diperhatikan. Ini semua demi meningkatkan perekonomian keluarga, dalam mengatasi kesenjangan sosial ekonomi keluarga di masyarakat,” ketus Soamole.
(DW)

Berita Terkait

Kejutan Hangat untuk Kapolda Maluku, Pangdam Pattimura : Sinergitas TNI-Polri Harga Mati!
POLDA MALUT DIMINTA USUT PERAN CLARISSA DAN SUSILAWATTY, ATAS DUGAAN KASUS PENIPUAN APLIKASI FOLGERS 
Buka Mubes IV Majelis Latupati Maluku, Hendrik Lewerissa Tekankan Pentingnya Menjaga Warisan Adat dan Budaya
Deny indrawan lubis jabat kasatreskrim polresta ambon
Siaga Karhutla, Pemprov Maluku Catat 82 Titik Panas hingga 14 Oktober 2026
Menanti Putusan, Korban Dugaan Malpraktik Klinik eR’eL Percayakan Keadilan kepada Hakim, Minta Seluruh Bukti Diperiksa Cermat
Polres Kepulauan Aru Tetapkan 17 Tersangka Kasus Penganiayaan Empat ABK KM Maulana 23
Dorong Pemerataan Pembangunan, TMMD Ke-130 Kodim 1504/Ambon Resmi Dibuka
Berita ini 238 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 18 October 2026 - 08:18 WIT

Kejutan Hangat untuk Kapolda Maluku, Pangdam Pattimura : Sinergitas TNI-Polri Harga Mati!

Saturday, 17 October 2026 - 12:19 WIT

POLDA MALUT DIMINTA USUT PERAN CLARISSA DAN SUSILAWATTY, ATAS DUGAAN KASUS PENIPUAN APLIKASI FOLGERS 

Friday, 16 October 2026 - 23:57 WIT

Buka Mubes IV Majelis Latupati Maluku, Hendrik Lewerissa Tekankan Pentingnya Menjaga Warisan Adat dan Budaya

Friday, 16 October 2026 - 21:23 WIT

Deny indrawan lubis jabat kasatreskrim polresta ambon

Thursday, 15 October 2026 - 19:44 WIT

Siaga Karhutla, Pemprov Maluku Catat 82 Titik Panas hingga 14 Oktober 2026

Berita Terbaru