Infomalukunews.com,Ambon – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bergelar Upu Latu Maluku, resmi membuka Musyawarah Besar (Mubes) IV Majelis Latupati Maluku di Gedung Baileo Maluku, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat eksistensi lembaga adat dan mendorong peran raja-raja dalam menjaga kelestarian budaya di Bumi Raja-Raja.
Dalam kegiatan tersebut, Lewerissa menyoroti pentingnya keberadaan lembaga adat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Maluku. Menurutnya, adat dan tradisi bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan, raja dan para pemangku adat memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan nilai-nilai kearifan lokal tetap terpelihara dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Karena itu, para pemimpin adat diharapkan mampu menjalankan perannya secara bijaksana, tidak hanya dalam mempertahankan tradisi, tetapi juga dalam membangun keharmonisan sosial serta memperkuat ikatan persaudaraan di tengah masyarakat.
Gubernur juga mengingatkan bahwa keberadaan lembaga adat harus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Peran raja tidak cukup hanya ditunjukkan melalui pelaksanaan ritual atau kegiatan adat, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan yang mencerminkan nilai kebersamaan, kedamaian, dan sikap saling menghormati.
Menurutnya, musyawarah harus tetap menjadi landasan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga hubungan baik antarnegeri sekaligus mencegah terjadinya konflik sosial.
Lewerissa turut menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan adat dan budaya di tengah perubahan zaman. Ia berharap generasi muda Maluku dapat dilibatkan secara aktif dalam berbagai upaya pelestarian tradisi agar warisan leluhur tidak tergerus oleh perkembangan sosial dan budaya modern.
Baginya, kekayaan adat Maluku merupakan identitas yang memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, pelestariannya membutuhkan komitmen bersama, baik dari pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat, maupun generasi muda.
Pelaksanaan Mubes IV Majelis Latupati Maluku diharapkan tidak hanya menjadi forum pertemuan para pemimpin adat, tetapi juga menghasilkan gagasan dan langkah konkret untuk memperkuat kelembagaan adat serta meningkatkan koordinasi antarnegeri.
Forum musyawarah tersebut juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk menyatukan pandangan para raja dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Melalui momentum ini, Gubernur Maluku berharap Majelis Latupati semakin memperkuat perannya dalam menjaga martabat adat, merawat persaudaraan, dan memastikan nilai-nilai luhur budaya Maluku tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.
Bagi Maluku, menjaga adat bukan sekadar mempertahankan tradisi, melainkan juga merawat identitas, memperkuat persatuan, dan menyiapkan warisan budaya bagi generasi yang akan datang.(IM-03)






