Siaga Karhutla, Pemprov Maluku Catat 82 Titik Panas hingga 14 Oktober 2026

- Publisher

Thursday, 15 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com,Ambon – Pemerintah Provinsi Maluku terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemantauan titik panas, upaya pencegahan, serta penanganan di wilayah rawan kebakaran.

Berdasarkan data pemantauan satelit SIPONGI Kementerian Kehutanan RI per 14 Oktober 2026, tercatat sebanyak 82 titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Maluku.

Data tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil pemantauan satelit. Karena itu, keberadaan titik panas perlu diverifikasi langsung di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.

Dalam menghadapi potensi karhutla, Pemprov Maluku terus mendorong kesiapsiagaan personel, dukungan sarana dan prasarana, serta penguatan koordinasi lintas instansi dengan melibatkan masyarakat.

Langkah penanganan yang dilakukan meliputi patroli di kawasan rawan kebakaran, verifikasi titik panas, pemadaman dini, hingga pendinginan pada area terdampak. Upaya tersebut bertujuan mencegah api meluas serta mengurangi risiko terjadinya kebakaran berulang.

Selain penanganan di lapangan, edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla. Kesadaran masyarakat diperlukan untuk menjaga lingkungan sekaligus mengurangi aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat diimbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan indikasi kebakaran kepada petugas atau instansi berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin.

Kewaspadaan masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan kebakaran, menjadi faktor penting dalam mendukung upaya pengendalian karhutla di Maluku.

Pemerintah menegaskan bahwa pencegahan dan penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, petugas di lapangan, hingga masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan di Maluku dapat dikendalikan sehingga kelestarian lingkungan serta keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Mari bersama mencegah karhutla dengan menjaga hutan, melindungi lahan, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di Maluku.(IM-03)

Berita Terkait

Menanti Putusan, Korban Dugaan Malpraktik Klinik eR’eL Percayakan Keadilan kepada Hakim, Minta Seluruh Bukti Diperiksa Cermat
Polres Kepulauan Aru Tetapkan 17 Tersangka Kasus Penganiayaan Empat ABK KM Maulana 23
Dorong Pemerataan Pembangunan, TMMD Ke-130 Kodim 1504/Ambon Resmi Dibuka
AQI Namrole Tercacat 125, Kelompok Rentan Diimbau Waspada
Ketua TP Posyandu Provinsi Maluku Kunjungi Kepulauan Aru, Fokus Percepatan Transformasi Posyandu 6 SPM
SP2D Online Terintegrasi SIPD RI Dorong Pembayaran Gaji ASN Kabupaten Kepulauan Aru Tepat Waktu
Kodam XV/Pattimura dan Insan Media Bersatu Dorong Pembangunan Maluku
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 15 October 2026 - 19:44 WIT

Siaga Karhutla, Pemprov Maluku Catat 82 Titik Panas hingga 14 Oktober 2026

Thursday, 15 October 2026 - 17:38 WIT

Menanti Putusan, Korban Dugaan Malpraktik Klinik eR’eL Percayakan Keadilan kepada Hakim, Minta Seluruh Bukti Diperiksa Cermat

Wednesday, 14 October 2026 - 14:54 WIT

Polres Kepulauan Aru Tetapkan 17 Tersangka Kasus Penganiayaan Empat ABK KM Maulana 23

Tuesday, 13 October 2026 - 19:38 WIT

Dorong Pemerataan Pembangunan, TMMD Ke-130 Kodim 1504/Ambon Resmi Dibuka

Tuesday, 13 October 2026 - 07:22 WIT

AQI Namrole Tercacat 125, Kelompok Rentan Diimbau Waspada

Berita Terbaru