Rumah Tak Layak, Pengawasan Lemah: Nasib Pilu Ibu Amna Holle Jadi Cermin Buruk Pelayanan Publik”

- Publisher

Wednesday, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com,Ambon,-Nasib memprihatinkan yang dialami Ibu Amna Holle, seorang perempuan paruh baya warga Negeri Siri-Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah kembali membuka tabir lemahnya pelayanan publik di tingkat kecamatan. Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) selama bertahun-tahun tanpa penanganan serius, Ibu Amna kini harus menerima kenyataan pahit setelah mengalami kecelakaan di kamar mandi usai mengambil air dari sumur milik tetangga, Rabu, 01/04/2026.

Berdasarkan informasi dari warga di Negeri SSI, Ibu Amna wanita berusia 79 tahun tersebut telah jatuh dari kamar mandi sekitar pukul 06.00 WIT pagi tadi usai mengambil air dari sumur tetangga. Upaya keras ibu Amna harus keluar ambil untuk menjawab kebutuhannya.

“Beta selalu keluar ambil air di tetangga dong pung sumur, beta biasa keku air parteng karena seng ada air di rumah, beta rasa lemas dan seng kuat makanya beta jatuh”. Ucap ibu Amna dengan nada lemas, saat di tanya warga setempat.

Ibu Amna Holle mengalami luka sobek di bagian kepala dan saat ini di rawat di rumah tetangganya.

Peristiwa tersebut bukan sekadar musibah biasa. Bagi masyarakat setempat, kejadian ini menjadi simbol nyata dari kelalaian dan lemahnya fungsi kontrol pemerintah.Kecamatan dan Pemerintah Desa, khususnya di tingkat kecamatan. Kondisi kehidupan Ibu Amna yang jauh dari kata layak dinilai sudah berlangsung lama, namun belum mendapat perhatian maksimal dari pihak berwenang.

Warga menilai, keberadaan program bantuan sosial dan perumahan tidak menyentuh secara adil kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Ibu Amna, yang hidup dalam keterbatasan dan kondisi fisik yang semakin rentan, justru harus bertahan di rumah yang tidak memenuhi standar keselamatan dasar.

“Ini bukan baru terjadi. Sudah lama kondisi ini dibiarkan. Harusnya ada perhatian serius dari pemerintah kecamatan,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Sorotan tajam pun diarahkan kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Saparua Timur Halid Pattisahusiwa yang dinilai tidak menjalankan fungsi pengawasan dan tanggung jawab sosial secara maksimal. Dalam pandangan masyarakat, lemahnya kontrol dan minimnya respons terhadap persoalan warga menjadi faktor utama yang memperparah kondisi tersebut.

Desakan agar dilakukan evaluasi hingga pergantian jabatan Plt. Camat dan Pj. Negeri Siri-Sori Islam pun mulai menguat. Sejumlah tokoh masyarakat menilai bahwa kepemimpinan di tingkat kecamatan harus diisi oleh figur yang responsif, peka terhadap kondisi sosial, serta mampu memastikan program pemerintah benar-benar tepat sasaran.

“Plt. Camat Saparua Timur, Halid Pattisahusiwa dan Pj. Negeri Siri-Sori Islam M. Rahayu Toisuta sudah harus diganti dinilai tidak bermoral dan tidak layak menjadi pemimpin,”. Ucap Anomali yang namanya enggan diberitakan.

“Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, maka wajar jika masyarakat meminta adanya pergantian. Ini menyangkut kemanusiaan, bukan sekadar jabatan,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.

Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kecamatan dan Negeri terkait insiden yang dialami Ibu Amna Holle maupun tuntutan masyarakat terhadap kinerja Plt. Camat dan PJ. Negeri.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi pemerintah daerah bahwa pelayanan publik tidak boleh berhenti pada tataran administrasi semata. Kehadiran negara harus dirasakan nyata oleh masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi paling rentan.

Kasus Ibu Amna Holle kini menjadi cermin buram yang memperlihatkan adanya celah serius dalam sistem pengawasan dan distribusi bantuan sosial. Jika tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan terus terulang dan menambah daftar panjang penderitaan masyarakat kecil.(IM-KR)

Berita Terkait

Sangkala Soroti Fiskal Maluku: APBD Perubahan 2026 Harus Realistis dan Tepat Sasaran
Kapolres SBB Kerahkan 92 Personel Lokalisir pertikaian Patahuwe-Lisabata, Situasi Kini Kondusif Warga dihimbau menahan diri
Gubernur Maluku Ucapkan Selamat HUT Ke-451 Kota Ambon
Buka Lahan Perkebunan, Taborat Minta Warga Sangliat Krawain Lindungi Hutan
Dosen Poltekkes Maluku Sampaikan Klarifikasi Dan Hak jawab.
Bukan Sekadar Bantuan, Kodam XV/Pattimura Bawa Pesan Persaudaraan dari Maluku untuk NTT
HUT ke-78 Polwan, Kapolda Maluku Dorong Polwan Perkuat Profesionalisme dan Beri Dampak signifikan bagi Masyarakat
 HEBOH Di Poltekkes Maluku! Oknum Dosen Diduga Ancam Warga dan Intimidasi Mahasiswa, Kemenkes Diminta Turun Tangan”
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 19 September 2026 - 23:36 WIT

Sangkala Soroti Fiskal Maluku: APBD Perubahan 2026 Harus Realistis dan Tepat Sasaran

Saturday, 12 September 2026 - 11:23 WIT

Kapolres SBB Kerahkan 92 Personel Lokalisir pertikaian Patahuwe-Lisabata, Situasi Kini Kondusif Warga dihimbau menahan diri

Monday, 7 September 2026 - 18:44 WIT

Gubernur Maluku Ucapkan Selamat HUT Ke-451 Kota Ambon

Monday, 7 September 2026 - 11:29 WIT

Buka Lahan Perkebunan, Taborat Minta Warga Sangliat Krawain Lindungi Hutan

Friday, 4 September 2026 - 15:21 WIT

Dosen Poltekkes Maluku Sampaikan Klarifikasi Dan Hak jawab.

Berita Terbaru

Daerah

Sekot Ambon Ingatkan PPPK: Jalankan Tugas Sesuai Aturan

Tuesday, 22 Sep 2026 - 03:42 WIT