Buka Lahan Perkebunan, Taborat Minta Warga Sangliat Krawain Lindungi Hutan

- Publisher

Monday, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Buka Lahan Perkebunan, Taborat Minta Warga Sangliat Krawain Lindungi Huta

Infomalukunews.com,Ambon – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Andreas JW Taborat, meminta masyarakat Desa Sangliat Krawain, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), tidak membuka lahan perkebunan secara berlebihan karena dapat mengancam kelestarian hutan dan lingkungan sekitar.

Hal tersebut disampaikan Taborat saat dihubungi dari Ambon, Sabtu (5/9/2026). Pesan serupa juga disampaikannya ketika berdialog langsung dengan masyarakat dalam agenda reses Masa Sidang III Tahun 2026, Kamis (3/9/2026).

Menurut Taborat, pembangunan dan pemanfaatan lahan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Sebab, keberadaan hutan memiliki kaitan langsung dengan ketersediaan air dan keberlangsungan hidup masyarakat.

Ia secara khusus mengingatkan warga agar berhati-hati menggunakan api saat membersihkan lahan, terlebih di tengah kondisi musim kemarau.

“Kalau bisa jangan bakar, lebih bagus. Tapi kalau harus bakar, kumpulkan di tengah, jaga api sampai benar-benar mati baru kita pulang,” pesannya.

Selain mengingatkan soal penggunaan api, Taborat meminta warga tidak menebang seluruh pohon yang berada di lahan perkebunan.

“Kalau ada pohon di hutan atau di tempat kita bikin kebun, kalau bisa tinggalkan lima pohon. Jangan tebang semua. Karena yang kecil-kecil ini adalah harapan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pohon yang dipertahankan saat ini akan menjadi sumber manfaat bagi masyarakat pada masa mendatang.

“Pohon kecil itu seperti bayi. Orang tua sudah pergi, tetapi bayi harus kita pelihara supaya tumbuh,” katanya.

Taborat bahkan menghitung, apabila setiap keluarga mempertahankan sejumlah pohon di lahan perkebunan mereka, jumlah pohon yang terlindungi bisa mencapai ribuan.

“Kalau satu keluarga memiliki satu kebun dan ada lima pohon di dalamnya, berarti sekitar seribu pohon yang kita lindungi. Itu sudah sumbangan besar, untuk lingkungan dan untuk dunia,” tegasnya.

Menurutnya, menjaga keberadaan pohon sangat penting untuk mempertahankan ketersediaan air. Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya melihat lahan dari sisi kebutuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.

Taborat menilai, persoalan kerusakan lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran besar dalam menjaga kawasan tempat mereka hidup.

“Kita harus pelihara dunia, sebagai rumah bersama. Kalau kita bisa melindungi pohon, itu adalah kewajiban kita,” tandasnya.

Pesan tersebut disampaikan di tengah berbagai aspirasi masyarakat Sangliat Krawain terkait kebutuhan pembangunan, mulai dari gedung sekolah, penanganan longsor dan banjir, drainase, hingga fasilitas peribadatan.

Bagi Taborat, pembangunan tetap penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, pembangunan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan lingkungan yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat.

Ia berharap kesadaran menjaga hutan dan lingkungan dapat tumbuh dari tingkat keluarga, sehingga upaya pembangunan di wilayah tersebut dapat berjalan beriringan dengan kelestarian alam.(IM-03)

Berita Terkait

Ketua TP Posyandu Provinsi Maluku Kunjungi Kepulauan Aru, Fokus Percepatan Transformasi Posyandu 6 SPM
SP2D Online Terintegrasi SIPD RI Dorong Pembayaran Gaji ASN Kabupaten Kepulauan Aru Tepat Waktu
Kodam XV/Pattimura dan Insan Media Bersatu Dorong Pembangunan Maluku
Dukung Program Presiden, Pemda SBB,TNI Dan Masyarakat Bersinergi Bangun 92 KDMP Untuk Kesejahteraan Ekonomi Desa,Ini Rinciannya
Rapat Pimpinan DPRD Maluku Berlangsung Hangat, Kopi Midway Coffee Warnai Suasana Diskusi
Sangkala Soroti Fiskal Maluku: APBD Perubahan 2026 Harus Realistis dan Tepat Sasaran
Kapolres SBB Kerahkan 92 Personel Lokalisir pertikaian Patahuwe-Lisabata, Situasi Kini Kondusif Warga dihimbau menahan diri
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 15:26 WIT

Ketua TP Posyandu Provinsi Maluku Kunjungi Kepulauan Aru, Fokus Percepatan Transformasi Posyandu 6 SPM

Friday, 2 October 2026 - 19:05 WIT

SP2D Online Terintegrasi SIPD RI Dorong Pembayaran Gaji ASN Kabupaten Kepulauan Aru Tepat Waktu

Tuesday, 29 September 2026 - 13:51 WIT

Kodam XV/Pattimura dan Insan Media Bersatu Dorong Pembangunan Maluku

Monday, 28 September 2026 - 21:07 WIT

Thursday, 24 September 2026 - 08:02 WIT

Dukung Program Presiden, Pemda SBB,TNI Dan Masyarakat Bersinergi Bangun 92 KDMP Untuk Kesejahteraan Ekonomi Desa,Ini Rinciannya

Berita Terbaru