IM-Honitetu,– Negeri Adat Honitetu Melakukan Pembangunan Rumah adat Atau Baileu Nuduasiwa yang merupakan tempat pertenuan Adat, Serta Kegiatan Ritual Sesuai dengan Adat istiadat yang di pegang serta di lakukan sejak turun temurun hingga saat ini.(13/09/2023).
Kegiatan Ritual adat ini di lakukan Di Pusat Negeri Honitetu ini di Mulai sejak Pukul 05.30 Wit – 08.00 ini berjalan dengan aman serta kondusif tanpa ada ganguan apapun, Ritual adat ini di mulai dengan undangan terhadap Raja Negeri Honitetu, Saniri Negeri (BPD), Tua – tua Adat dan Tokoh Masyarakat memasuki lokasi acara yang di iringi oleh tiupan Tahuri Rumahtita, serta Rombangan Tua Adat yang membawa Horiata dari Baileu Tua Wasinate tiba
dilokasi selanjutnya Kapata sekaligus penyerahan Horiata dari Tua Adat nafe (Bpa. Toni Tebiary) kepada Bpk Wem Mawene, selanjutnya Penyambutan Horiata dari Baileu Tua di Wasinate oleh Tua Adat Bpk. Wem Mauwene yang di sertai dengan nyanyian Kapata setelah Penyerahan Horiata dari Tua Adat ke Mapina Mauwene, selanjutnya Penyerahan Horiata dari Mapina Mauwene kepada Raja Honitetu.
Kegiatan di lanjutkan dengan Ritual Adat pembubuhan tanah atau Horiata kedalam lubang tiang utama oleh Raja Negeri Honitetu Ritual Adat pemancangan tiang utama oleh Nihei atau Mata Rumah Lattu, selanjutnya ritual Pemotongan Kepala Manusia yang di ganti dengan Ritual pemotongan ayam putih sebagai pengganti kepala manusia sebagai syarat
mendirikan Baileu. Yang di lakukan oleh Tua Adat Bpk. Toni Tebiary.
Prosesi pemancangan tiang di lakukan oleh masing – masing marga atau mata rumah secara berturut turut yaitu yaitu Di mulai dari Mata Rumah atau marga Mauwene, Tita, Taniwel, Hokeyate, Tebiary, Silaka, Rumahmale dan Molly.
Kegiatan ritual Pemancangan tiang Rumah Adat atau Baileu ini di tutup dengan Kapata Penutup dari Mata Rumah Molly serta Doa syukur oleh Ketua Majelis Jemaat Honitetu.(IM.KR)







