Rembuk Stunting Bagi Kadis Sekota Ambon, Walikota : Kota Ambon Salah satu Kota Toleransi Yang Tertinggi.

- Publisher

Friday, 15 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM — Ambon.’ — Pemerintah Kota Ambon Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Beranca (DPPKB) Kota Ambon, Melakukan Rembuk Stunting tigkat Kota Ambon Tahun 2022.

Kegiatan Stunting yang di laksanakan di Hotel Marina, Jln. Jan pays Kecamatan Nusaniwel Kota Ambon, kegiatan ini di buka dengan resmi oleh Wali Kota Ambon yang di wakili oleh asisten III pemerintahan Elkyopas Silooy dan di hadiri oleh Kadis serta kepala kelurahan maupun Kepala Puskesmas se -Kota Ambon, Kamis(14/4).

Dalam sambutan Walikota Ambon, mengajak semua elemen masyarakat Kota Ambon agar selalu menjujung tinggi nilai-nilai budaya, religius, dan menjujung tinggi nilai-nilai kebesaran,

Hal ini di karenakan, Kota Ambon merupakan salah satu Kota dengan rasa toleransi tertinggi yg menjujung tinggi nilai-nilai budaya dan religius, ujarnya Walikota.

Karena Menurut, Walikota “agenda pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas merupakan pilar dalam pencapaian visi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai religus dan budaya.”

Sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting untuk kelangsungan hidup sehari-hari, ujarnya.

“Karena dalam Kerangkai pembangunan sumberdaya manusia termasuk Amstunting yang merupakan salah satu bagian dari BBN, mempunyai dampak yang sangat merugikan, baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi ekonomi dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek stunting terkait dengan perkembangan setiap Kota yang akhirnya akan menyebabkan tingkat kesejahteraan manjadi tidak optimal.”Ujar Walikota.

Ada pun beberapa laporan dari tim nasional pencepatan penanggulangan Kemiskinan
pada tahun 2017 Lalu bahwa Ada 4 Faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting yakni, Pertama raktek  pengasihan dan pengaruhi oleh kurangnya pengetahuan orang tua tentang kesehatan Gizi sebelum dan pada masa kehamilan serta sesudah melahirkan. Kedua pelayanan AINC Atau yang berkualitas. Ketiga akses pemakanan bergizi yang masih kurang karna makanan bergizi yang relatif mahal. Keempat kurangnya akses air bersih dan sandasi  yang dapat mempengaruhi terjadinya infeksi berulang yang berdampak pada perkembangan anaknya, pungkasnya.(IM03)

Berita Terkait

Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak
Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan
Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026
“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat
Berita ini 239 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 24 June 2026 - 10:33 WIT

Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak

Tuesday, 2 June 2026 - 10:01 WIT

Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan

Tuesday, 26 May 2026 - 14:02 WIT

Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026

Thursday, 7 May 2026 - 22:49 WIT

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎

Saturday, 25 April 2026 - 16:55 WIT

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ

Berita Terbaru