Sumba Weaving Museum Resmi Diluncurkan di Kampung Raja Pao, Angkat Budaya dan Berdayakan Penenun Lokal

- Publisher

Tuesday, 28 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOMALUKUNEWS.COM, KAMPUNG RAJA PAO, Sumba Timur, Indonesia — Lebih dari 90 anggota masyarakat, tokoh setempat, anak-anak, dan tamu undangan berkumpul di Kampung Raja Pao pada hari Minggu, 12 Juli 2026, untuk merayakan peresmian Sumba Weaving Museum. Museum ini merupakan inisiatif berbasis masyarakat yang bertujuan melestarikan kekayaan warisan tenun pulau Sumba sekaligus menciptakan peluang berkelanjutan bagi para perajin lokal.

Museum ini diresmikan melalui sebuah program yang digagas dan diselenggarakan oleh eYAA Cohort 6 Youth Volunteers, bekerja sama dengan para pemangku kepentingan setempat dan organisasi masyarakat. Acara ini menyoroti makna budaya dari praktik tenun tradisional Sumba serta menegaskan kembali komitmen bersama untuk menjaga warisan seni masyarakat bagi generasi mendatang.

Pembukaan museum ini dimeriahkan dengan pameran kain tenun yang menampilkan pola-pola rumit dan motif tradisional khas desa tersebut, serta demonstrasi menenun secara langsung oleh para perempuan Kampung Raja Pao. Pengunjung juga berkesempatan melihat mahakarya tenun Mama Rajah, yang keahliannya mencerminkan pengetahuan dan tradisi seni yang telah diwariskan secara turun-temurun serta dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Para pejabat pemerintah dan organisasi mitra menekankan pentingnya kolaborasi dalam melestarikan budaya lokal sekaligus mendukung pengembangan masyarakat. Mewakili pemerintah daerah Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu, Sekretaris Daerah Sumba Timur yang juga mewakili Wakil Bupati menyoroti peran pelestarian budaya dalam memperkuat identitas masyarakat dan mendorong pariwisata berkelanjutan.

Perwakilan dari Maybank Foundation, Aiidir Putera (Head of MaybankHeart and Youth) dan Yudhi Sutrisna (Head of Corporate Social Responsibilities Maybank Indonesia), menyoroti nilai investasi pada inisiatif yang dipimpin oleh anak muda serta kemitraan masyarakat yang memberdayakan perajin lokal sembari melestarikan pengetahuan tradisional.

ASEAN Foundation juga menegaskan kembali komitmennya terhadap kepemimpinan pemuda, pertukaran budaya, dan pembangunan berbasis masyarakat melalui program-program yang mendorong kerja sama kawasan serta pelestarian warisan budaya. Sementara itu, Tenunin, civil society organization (CSO) yang menjadi mitra proyek ini, menekankan pentingnya mendukung keahlian kriya masyarakat adat dan menciptakan peluang berkelanjutan bagi komunitas penenun lokal.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Marolop Simanjuntak (Kepala Dinas Pariwisata Sumba Timur), Imanuel Takanjanji (Kepala Dinas Pendidikan atau perwakilannya), Umbu Weki (Camat Umalulu), dan Richard (Kepala Desa Watuhadang), bersama dengan anggota komunitas Kampung Raja Pao.

Lebih dari sekadar ruang pameran, Sumba Weaving Museum dirancang sebagai pusat budaya yang hidup, tempat pengunjung dapat menyelami kisah, teknik, dan tradisi di balik setiap kain tenun. Dengan menghubungkan penenun lokal secara langsung dengan pengunjung, inisiatif ini juga bertujuan memperkuat peluang penghidupan sekaligus mendorong generasi muda untuk meneruskan seni menenun yang telah ada selama berabad-abad.

Bagi para perempuan Kampung Raja Pao, setiap kain yang dipamerkan di dalam museum melambangkan lebih dari sekadar keahlian kriya. Setiap helai tenunan mencerminkan ketangguhan, identitas, dan memori budaya lintas generasi—memastikan bahwa kisah-kisah Sumba akan terus dituturkan, helai demi helai.

Tentang Insan Bumi Mandiri

Insan Bumi Mandiri (IBM) merupakan sebuah lembaga filantropi yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat untuk membangun pedalaman Indonesia. Berdiri sejak 2016, IBM telah berhasil menyelenggarakan 1.004 program dan membantu lebih dari 163.792 masyarakat pedalaman Indonesia. Berawal dari program pemberdayaan di IBM, Tenunin kini hadir sebagai sebuah perusahaan sosial yang melestarikan tenun melalui ekosistem bisnis yang berkelanjutan, inovatif, dan inklusif. Ekosistem ini memperkuat ekonomi lokal dan global, sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan keberlanjutan lingkungan.(IM-03)

Berita Terkait

Komisi IV Dorong Penambahan Anggaran Operasional SMA Siwalima pada APBD 2026
Sahertian Dukung Pemkot Ambon Utamakan Edukasi, Sanksi Denda Sampah Jadi Opsi Terakhir
Wajo Minta PD Panca Karya Segera Aktifkan Bahtera Nusantara
Terkuak! BPK Temukan Belanja BBM Tak Sesuai, Kendaraan Ketua TP-PKK SBB Masuk Daftar Temuan
Kapolda Maluku dan Kakanwil Imigrasi Perkuat Sinergi Jaga Gerbang Timur Indonesia, Awasi Orang Asing hingga Kawal PSN Blok Masela
Peringati Hari Kebaya Nasional, Lisa Wattimena: Tanamkan Cinta Budaya pada Anak Sejak Dini
Pemuda Muhammadiyah Siap Buka Posko Perjuangan Rakyat, Desak Keadilan Pengelolaan SDA Maluku
Polda Maluku Dukung Penilaian Ombudsman RI, Wakapolda Tegaskan Komitmen Perkuat Pelayanan Publik yang Bersih dan Akuntabel
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 28 July 2026 - 15:21 WIT

Sumba Weaving Museum Resmi Diluncurkan di Kampung Raja Pao, Angkat Budaya dan Berdayakan Penenun Lokal

Monday, 27 July 2026 - 19:36 WIT

Komisi IV Dorong Penambahan Anggaran Operasional SMA Siwalima pada APBD 2026

Monday, 27 July 2026 - 19:27 WIT

Sahertian Dukung Pemkot Ambon Utamakan Edukasi, Sanksi Denda Sampah Jadi Opsi Terakhir

Monday, 27 July 2026 - 19:23 WIT

Wajo Minta PD Panca Karya Segera Aktifkan Bahtera Nusantara

Monday, 27 July 2026 - 17:31 WIT

Terkuak! BPK Temukan Belanja BBM Tak Sesuai, Kendaraan Ketua TP-PKK SBB Masuk Daftar Temuan

Berita Terbaru

Daerah

Wajo Minta PD Panca Karya Segera Aktifkan Bahtera Nusantara

Monday, 27 Jul 2026 - 19:23 WIT