IM-Ambon-Hajatan akbar demokrasi telah menanti di depan mata. Tak kurang dari dua bulan mendatang, tepatnya 14 Februari 2024, segenap warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih akan melakukan pemungutan suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 guna memilih presiden dan wakil presiden, serta para anggota legislatif (DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota) untuk periode 2024-2029.
Kesuksesan pemilu serentak 2024 menjadi momen penentu masa depan bangsa, khususnya dalam kurun lima tahun mendatang.
Pemilu 2024 merupakan pemilu serentak kali kedua yang dilakukan di Indonesia, setelah mekanisme yang sama diterapkan pada pemilu periode 2019.
Tak hanya pemilu, pemilihan kepala daerah (pilkada) pun akan digelar dalam tahun yang sama nantinya.
Hal serupa terlebih khusus Maluku hari ini sedang memasuki tahun politik, bisa dilihat tidak hanya terkait dengan kampanye yang dilakukan masing-masing Tim Pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden saja. Namun, juga pencalonan Pejabat (Pj) Gubernur Maluku.
Ungkapan itu disampaikan oleh salah satu pengurus Lembaga Penyuluh dan Bantuan Hukum (LPBNU) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Zulkarnain Rehalat, M.H. dalam rilisnya pada media ini, Senin 27/11/2023.
Dikatakan, Berdasarkan berita yang tersebar melalui media cetak maupun media online bahwa terdapat 5 nama calon yang telah mendaftar sebagai calon Pejabat (Pj) Gubernur Maluku yang diantaranya juga ada Mayjen TNI Domingus Pakel.
Menurutnya, persoalan yang mengemuka adalah bukan pada siapa yang berhak atau tidak berhak, bukan pula siapa yang memenuhi persyaratan atau tidak memenuhi persyaratan, namun persoalan sesungguhnya adalah siapakah yang paling layak menduduki jabatan tersebut.
“Setidaknya ada beberapa alasan yang bisa dijadikan pertimbangan bagi Panitia Seleksi baik yang ada di tingkat Legislatif maupun Menteri Dalam Negeri,” jelasnya.
Rehalat katakan, yang pertama, Maluku secara Historis merupakan daerah yang pernah dilanda konflik sosial yang sedikit banyak telah menggoyahkan persatuan dan kesatuan masyarakat saat itu, sehingga konflik seperti ini tetap diwaspadai diantisipasi agar tidak terulang kembali di masa mendatang setidaknya dengan memilih fiqur yang memiliki kapasitas dan kemampuan yang strategis.
“Yang kedua, Masyarakat Maluku tergolong masyarakat majemuk Multi etnis, budaya dan agama serta memiliki potensi sumber daya alam termasuk berbagai ragam destinasi wisata di dalamnya,” ujar Rehalat
Selaku pengurus LPBNU Malteng Rehalat juga menegaskan, apabila sumberdaya itu dikelola dengan baik dan maksimal, maka akan membawa kemajuan lebih-lebih kemakmuran bagi masyarakat maluku.
“Dengan begitu, sehingga kehadiran sosok Gubernur termasuk pejabat Gubernur yang memiliki kemampuan yang handal dalam manajerial adalah sebuah keniscayaan,” jelas Rehalat.
Menurutnya, sosok Pj Gubernur Maluku yang layak itu yakni Mayjen Domingus Pakel.
“Tidak menyinggung atau merendahkan soal kapasitas calon Pj Gubernur yang lain, tapi bagi saya secara khusus sosok calon Pj Gubernur Maluku periode 2023-2024 yang layak itu Mayjen Domingus Pakel,” tuturnya
Mengingat tambahnya menandas, selain berkedudukan sebagai Perwira Tinggi TNI dengan pangkat Mayor Jenderal yang secara otomatis memiliki kemampuan dalam bidang pertahanan dan keamanan Negara yang sejatinya menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas dan kondisi maluku yang aman dan tertib utamanya menyongsong pemilu bersama. (IM-06).







