IM-Ambon-Sisa waktu satu bulan kekuasaan Murad Ismail berakhir di Maluku, lebih tepat 31 Desember 2023. Kamis 30/11/2023.
Pada kekosongan jabatan kepala Pemerintahan ini akan ada Mekanisme pendaftaran, Pemilihan dan Pengusulan yang telah diambil oleh DPRD Provinsi Maluku dengan Melahirkan 3 Nama calon Pejabat Gubernur Maluku.
Ketiga nama itu diantaranya, Dr.H Djufri Rahman, Prof Dr.Zainal Abidin Rahawarin dan Mayor Jenderal TNI Dominggus Pakel dan akan diusulkan ke Mentri Dalam Negeri (Mendagri)
Spekulasi Publik Bermunculan, Dan Banyak pihak mulai Memberikan Dukungan Politis kepada masing-masing Kandidat Pj Gubernur Maluku dengan Motif-motif atau alasan tertentu pula dukungan disematkan.
Faisal S Hayoto Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ) Maluku dalam keterangan Pers kepada Media Menyatakan Bahwa Pj Gubernur adalah Perpanjangan Tangan Pemerintah Pusat di Daerah disaat terjadi kekosongan Pemerintahan di daerah sembari menunggu Proses Demokrasi yang akan berjalan di tahun 2024 Nantinya.
Banyak isu bermunculan bahwasanya Ketika Pj Gubernur hadir di Maluku, Pastinya akan memberikan dampak Politik bagi calon Gubernur Maluku Kedepan, Hal ini mendapat komentar pedas dari Putra Laimu, Seram selatan ini.
Menurut Hayoto, Pj Gubernur itu dia akan tetap mengakselerasi pembangunan di daerah dengan mengsinergikan Program Pembangunan dari aras nasional serta tidak mengatur lebih terkait Proses Politik daerah yang bisa saja merugikan mereka yang nanti duduk di kursi tersebut.
Kemudian dirinya mengatakan kalau tidak akan mungkin nantinya Pj Gubernur hadir di Maluku Kemudian Menjadi “Jurkam terselubung” Bagi Kandidat Gubernur Tertentu karena Para Calon Pj Gubernur Hari.
Dilanjutkan, siapapun dia yang nantinya terpilih menjadi Pj Gubernur itu tidak segampang untuk menjual harga dirinya demi sepiring kacang Merah.
“Pastinya mereka yang jadi Pj Gubernur pula merupakan orang-orang berintegritas serta berkapasitas intelektual Yang mumpuni tak akan mungkin terpengaruh dengan “Tikus-tikus Kelapa” Yang suka Hadir di saat moment dan Melakukan Klaim demi memuluskan kepentingan tertentu, saya kira mereka tidak aka semurah itu,” ketus Hayoto.
Di akhir percakapan dengan Awak Media, Echal (Sapaan-red) menyampaikan pesan kepada siapapun orang yang dipercaya oleh Negara, untuk menjadi Pj Gubernur Maluku agar bisa menjalankan roda Pemerintahan dan Birokrasi secara Baik.
“engan Menggunakan asas Pelayanan Prima demi dampak yang baik masyarakat serta mampu mengofirmasi Program-program pembangunan dari pusat kepada daerah-daerah di maluku yang membutuhkan sentuhan pemerataan kesejahteraan serta semoga tidak terjebak dengan dinamika politik Maluku yanh mencengkram ruang dialektis yang akuntabel,” tutup Hayoto. (IM-03).






