Jenderal Suaedy: Adat Sebagai Pembentuk Karakter Pemimpin Masa Depan

- Publisher

Sunday, 18 October 2020 - 04:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM, AMBON-Sejarah Hatuhaha pulau Haruku di Maluku tidak dapat dilepaspisahkan dari jasa ulama yang beberapa waktu lalu makamnya dipugar oleh masyarakat Sahapory, Negeri Kailolo Kabupaten Maluku Tengah.

“Tidak terlepas dari peran dan jasa ulama yang kita pugar makamnya ini, yaitu Datuk Maulana Zainal Abidin yang datang ke Uli Hatuhaha, abad ke tujuh masehi sebagai orang pertama. Waktu itu belum ada orang di Hatuhaha di tahun 680 masehi,” ungkap Mayjen TNI (Purn) Suaedy Marasabessy di sela-sela peresmian Rumah Keramat Makam Pusaka Hatuhaha di Negeri Kailolo (14/9/2020) lalu.

Dalam sambutannya yang penuh motivasi, Suaedy mengingatkan, keberadaan pusaka anak negeri Sahapory Hatuhaha ini hendaknya menjadi unsur penggerak semangat generasi muda Hatuhaha, agar lebih maju selangkah dari orang lain.

Yaitu motivasi, termasuk untuk menjadi pemimpin di masa depan. “Karena menjadi pemimpin tidak cuma kompetensi, tapi juga perlu unsur lain yang jauh lebih penting. Yaitu, karakter,” tandasnya.

Dan karakter tersebut, tandas Suaedy, bisa didapat dari nilai-nilai adat dan budaya lokal. Yang mana nilai-nilai itu perlu digali untuk memenangkan pertarungan dan persaingan hidup yang makin keras sekarang ini.

Suaedy mengaku, keberhasilan dirinya di karier militer hingga menyandang pangkat jenderal tidak terlepas dari karakter yang dia gali melalui pemahaman atas adat istiadat negerinya itu.

“Beta paham benar soal adat istiadat di sini. Itu yang beta pertahankan sampai kini,” ujar sang jenderal.

Lebih jauh tokoh masyarakat Negeri Kailolo ini menjelaskan kedua pemilik makam keramat yakni Datuk Maulana Zainal Abdin dan Upu Nira Buyake Sayidi Ali adalah dua ulama yang berperan penting atas kedatangan masyarakat Alifiru dari pulau Seram ke Hatuhaha.

Dan tentu saja peran keduanya dalam penyiaran Islam di bumi raja-raja, Maluku, terjadi jauh sebelum kedatangan VOC Belanda yang juga menginginkan masyarakat kala itu untuk turun dari pemukiman mereka di Alaka, masih di Hatuhaha.

Alkisah, perjalanan Zainal Abidin dari Hadramaut, semenanjung Arabia, lebih dulu sang ulama tiba di Aceh. Kemudian Gowa, Makassar lalu berlayar ke Buton, sebelum tiba untuk pertama kali di Maluku tepatnya di Hatuhaha yang masih kosong dari pemukiman masyarakat.

Atas prakarsa Datuk Maulana, ungkap Suaedy, masyarakat Alifuru dari pulau Seram ditempatkan di Alaka, yakni sebuah dataran tinggi di Hatuhaha atau pulau Haruku.

“Demikian pula di Alaka, itu berkat jasa dan prakarsa almarhum Datuk Maulana. Walaupun setelah itu ada kepentingan Eropa terhadap rempah-rempah yang ingin masyarakat turun ke pesisir,” jelas Suaedy.

Berhasil mendatangkan beberapa masyarakat alifuru di Hatuhaha, Datuk Maulana pulang ke Gowa dan menikahi salah satu putri raja di kerajaan Islam itu, lahirlah Upu Nira Sayidi Ali.

Hingga beberapa tahun kemudian, Datuk Maulana berlayar kembali ke Hatuhaha bersama sang anak. Perjalanannya yang ketiga ini lah untuk menyiarkan Islam di Hatuhaha.

Apalagi kala itu semakin banyak masyarakat Alifuru dari pulau Seram datang ke Alaka, Islam pun makin tersiar di Hatuhaha terutama di pesisir.

“Jadi apa yang dilakukan generasi sekarang, dengan memugar rumah pusaka ini merupakan ungkapan rasa terimakasih atas peran dan jasa almarhum Datuk Maulana,” ingat jenderal Suaedy Marasabessy. (pom)

Berita Terkait

Serda Misdi Pantau Pembagian BLT tahap IV Desa Masawoi.
Disinyalir Covid-19, TNI AL Amankan Kapal Pesiar di Bursel
Hayat: Pemkot Launching Visit Ambon Awal Februari
Dari Papua 2 Kapal Pesiar Masuk Perairan Kei
Sister City Ambon-Vlissingen, Contoh Bagi Daerah Lain
Kota ‘Full Music’ Ambon Berharap Diakui Unesco
Kelola Pariwisata Walikota Ambon Ajak APEKSI Contohi Spanyol
Pariwisata Indonesia Bisa Jadi Kunci Hadapi Dampak Perang Dagang AS-China
Berita ini 983 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 17 June 2024 - 22:05 WIT

Sholat Idul Adha dengan masyarakat di Masjid At Taqwa. Kapolda: Berkah kurban untuk sesama.

Monday, 17 June 2024 - 21:09 WIT

Jalin Silaturahmi JAR Serahkan Hewan Kurban Di SBB.

Monday, 17 June 2024 - 20:54 WIT

Ratusan Warga Tanah Goyang Ramaikan Antar Qur’ban Dengan Hadrat keliling Kampung.

Monday, 17 June 2024 - 20:28 WIT

Warga Muhammadiyah Ambon Membagikan Daging Kurban

Monday, 17 June 2024 - 15:10 WIT

Pastikan Keamanan, Kapolsek Kawal Malam Takbiran Hingga Sembelih Hewan Kurban

Monday, 17 June 2024 - 14:50 WIT

Kapolres Buru Sumbang 5 ekor sapi dan 1 ekor kambing di hari raya Idul Adha 1445 H

Monday, 17 June 2024 - 14:42 WIT

Rayakan Idul Adha 1445 H, Polres Buru dan Polsek Jajaran Berbagi Berkah.

Sunday, 16 June 2024 - 22:08 WIT

Jelang Idul Adha 1445 Hijriah/2024, Yayasan Indah Kembali Berbagi Qurban di Indonesia Timur, Maluku Prioritas

Berita Terbaru

Headline

Jalin Silaturahmi JAR Serahkan Hewan Kurban Di SBB.

Monday, 17 Jun 2024 - 21:09 WIT

Headline

Warga Muhammadiyah Ambon Membagikan Daging Kurban

Monday, 17 Jun 2024 - 20:28 WIT