IM, NAMROLE-Harga beras Premium dan Medium di kota Namrole Kabupaten Buru Selatan terus merangkak naik hingga tembus Rp 380 ribuh per ukuran 25 kilogram.
Kenaikan terjadi pada harga beras merek Melati, 2 Udang, Super Walet dan Ramos serta beras bermerek lainnya.
Selain Premium dan Medium, kenaikan juga terjadi pada beras lokal Unit Pulau Buru. Jika sebelumnya beras lokal dipasarkan dengan harga Rp 325, kini naik menjadi Rp 350 per ukuran 25 kilogram.
Naiknya harga beras Premium, Medium dan lokal dipicuh stok berkurang dan lambanya pasokan dari distributor, terutama Kota Ambon dan Surabaya Jawa Timur.
Atul salah satu pedagang Pasar Kai Wait Namrole menuturkan, naiknya harga beras terjadi hampir sepekan terakhir. Hal ini disebabkan, lambannya pasokan dari petani lokal Unit Namlea.
Selain itu, naiknya harga beras premium dan medium juga turut berpengaruh terhadap beras lokal unit. “Karena pasokannya kurang, makanya harga beras lagi naik,” kata Atul kepada media, Sabtu 9 September 2023.
Dikatakan Atul, awalnya harga beras lokal dipasarkan Rp 325 ribuh. Namun kini naik menjadi Rp 350 ribuh, sedangkan perkilonya kini Rp 15 hingga Rp 16 ribuh.
Padahal sebelumnya hanya dijual Rp 13 hingga Rp 14 ribuh perkilogram. “Biasnya beras lokal dijual dengan harga Rp 13 hingga 14 ribuh. Tetapi sudah mulai naik sejak beberapa pekan terakhir,” ujarnya.
Terpisah Kepala Dinas Perdagangan Bursel, Dedy Seleky menjelaskan, kenaikan harga beras bukanya saja terjadi di Kota Namrole Buru Selatan. Namun kenaikan serupa hampir terjadi di sejumlah daerah di Maluku.
Penyebabnya lantaran, pengaruh cuaca dan juga gagal panenan sebagian beras petani beras. “Jadi ada sejumlah tren kenaikan pada bahan pokok, terutama beras baik premium, medium maupun lokal dan itu terjadi hampir di sejumlah wilayah,” terang Seleky. (RAM)







