Diskusi Bertajuk Kelautan, IKMANEMA Dorong Nelayan Pesisir Sejahtera

- Publisher

Friday, 22 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


IM-Ambon, — Diskusi Publik bertajuk Menjaga Laut Maluku dan Marawat Demokrasi pesisir digelar Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku (IKMANEMA) Maluku berlangsung di Kantor Desa Laha, Kecamatan Baguala, Ambon, Maluku.

Ketua umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku (DPP-IKMANEMA) Burhanuddin Rumbow mengatakan, diskusi publik tersebut terfokus untuk nelayan pesisir terutama di Desa Laha. Mereka akan dibekali dengan sejumlah materi yang diberikan dari sejumlah narasumber yang diturunkan.

Ia mengatakan pihaknya berkomitmen membantu pemerintah daerah (Pemda) Maluku untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nelayan pesisir di Maluku.

“Bagi kami, ini langkah tepat diambil hari ini demi membantu nelayan kita dari sisi kapasitas SDM,”kata Rumbow saat memberi sambutan di acara bertajuk nelayan, Kamis (21/9).

Ia bilang melalui momentum diskusi hari ini bisa membantu nelayan dari sektor sumber daya manusia (SDM), mewujudukan nelayan cerdas, mandiri hingga bisa sejahtera.

Ia berharap kedepan pemerintah daerah di Maluku bisa berkolaborasi dengan IKMANEMA terkait pengusungan program-program unggulan disektor perikanan tangkap untuk membantu nelayan pesisir.

“Kami berharap kedepan ada program-program pemerintah kota maupun provinsi malalui dinas terkait bisa bersinergis bersama dengan IKMANEMA,” imbuh dia.

Diskusi publik dan silaturahmi akbar nelayan sekota Ambon dengan mengusung tema Menjaga Laut Maluku dan Merawat Demokrasi Nelayan Pesisir digelar di dua lokasi. Yakni, di Desa Laha dan Desa Nunasiwe, Kota Ambon, Maluku.

Untuk Desa Laha saat ini kegiatan berfokus untuk melakukan sosialisasi terkait dengan penangkapan ikan terukur untuk nelayan, sosialisasi BBM satu harga, sunatan massal hingga pengobatan gratis untuk warga lansia.

Sejauh ini, kata dia regulasi penangkapan ikan terukur berdasarkan peraturan kementrian kelautan perikanan (Permen KP) nomor 11 tahun 2023 untuk kapal yang berkapasitas 30 GT keatas tidak bisa beroperasi di perairan Maluku,

Kebijakan ini, kata dia justeru merugikan nelayan kecil yang mengandalkan perahu nelayan yang berukuran kecil. Belum lagi, titik mencari ikan yang berjarak terlalu jauh karena ikan-ikan sudah migrasi ke laut dalam sehingga membutuhkan biaya bahan bakar minyak yang meninggi.

“Kami IKMANEMA minta pemda dapat membuat regulasi untuk negeri adat agar adanya sasi untuk wilayah yang kemudian harus dikonservasi. Kalau soal nelayan pesisir semua lini harus sinkron termasuk para nelayan kecil agar ada pendapatan bagi nelayan, pedagang (jibu-jibu) dan pemerintah biar tidak saling membawa kerugian. Semua stakeholder harus saling bahu membahu untuk membangun potensi kelautan di wilayah Maluku,”cetusnya.

Senada, Sekretaris Desa (Sekdes) Laha, Fahmi Mewar mengatakan pihaknya mengapresiasi diskusi bertajuk nelayan disektor perikanan karena sangat penting. Apalagi, Laha dan Latuhalat tergolong daerah penghasil ikan dibidang perikanan di Ambon.

Ia bilang saat ini data nelayan di Desa Laha sekitar 87 orang. Mereka, kata dia merupakan nelayan yang sudah memberikan kontribusi dibidang perikanan. Namun, saat ini mereka belum punya surat izin melaut atau SIM.

Mewar berharap melalui momentum diskusi tersebut pengurus EKMANEMA Maluku bisa membantu nelayan untuk mendapatkan SIM melaut.

Dari total 87 nelayan, Mewar mengaku pihaknya baru mengirimkan sekitar 42 data nelayan kepada Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Ambon untuk segera menerbitkan surat izin melaut. Ini penting karena demi melindungi nelayan yang hendak melaut.

“Di Laha ada 87 nelayan, namun baru dikirim data ke dinas 42 orang, kami minta teman teman IKMANEMA bisa membantu supaya nelayan bisa punya SIM melaut,”pungkasnya.

Diskusi publik dan silaturahmi Akbar Nelayan se-Ambon dengan tema Menjaga Laut Maluku dan Demokrasi Nelayan Pesisir digagas Dewan Pengurus Pusat Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku (IKMANEMA) menurunkan narasumber ternama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku, Erawan Asikin, Ketua Komisi II DPRD Maluku Johan Lewerissa, Manejer PT Pertamina Angga Yuni Winata Putra, Perwakilan Bank BRI Kun Patikawa dan Kepala BPPP Ambon Abubakar.(Tim IM-03)

Berita Terkait

Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat
Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi
Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono yang Raih Top BUMD Bintang 4  
Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis
OJK Lantik Pejabat Strategis, Perkuat Pengawasan Sektor Keuangan
Kapolres SBB: Tak Ada Ampun! Pelaku dan Provokator Konflik Ani–Pawae Tetap Diproses Hukum
Golkar Maluku Soroti Fiskal Daerah hingga Hak Masyarakat dalam Proyek Blok Masela
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 17 April 2026 - 23:12 WIT

Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah

Friday, 17 April 2026 - 08:12 WIT

Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat

Friday, 17 April 2026 - 00:12 WIT

Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi

Wednesday, 15 April 2026 - 12:27 WIT

Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono yang Raih Top BUMD Bintang 4  

Tuesday, 7 April 2026 - 10:17 WIT

Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis

Berita Terbaru