AMBON, IM.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku senantiasa berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemprov Maluku dalam upaya menjaga inflasi tetap stabil.
Dino Syafputra dari BI Maluku melalui rilis, Selasa lalu menjelaskan, selain Pemprov, BI juga secara konsisten berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten/Kota bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, pelaku usaha, dan stakeholdeslrs guna menjaga harga.
“Adapun pengendalian inflasi di Maluku dilakukan melalui strategi kebijakan 4K. Yakni, eterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif,” papar Dino.
Terkait inflasi diakui Dino, angkanya meningkat pada Januari 2020. Peningkatan terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mencatatkan inflasi 3,68 persen (mtm). Rincinya, pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, inflasi dipicu cabai rawit, ikan layang, ikan selar dan bawang merah.
“Harga cabai kembali menunjukan peningkatan setelah sebelumnya berada pada level yang sangat rendah. Kenaikan harga cabai disebabkan karena meningkatnya permintaan pada Januari sejalan dengan perayaan Tahun Baru Imlek,” jelas Dino.
Diakui, tingginya inflasi karena pasokan komoditas dengan katagori bumbu dapur ini masih tergantung luar daerah. Namun BI Maluku memperkirakan inflasi sepanjang tahun 2020, meski pembukaan tahun yakini Januari lalu bermain pada level yang cukup tinggi.
Menurutnya secara tahunan laju inflasi masih terkendali. Dengan Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Maluku Januari 2020 tercatat 0,65 persen secara bulanan (month to month/mtm), meningkat dari Desember 2019 sebesar 0,37 persen.(dd)






