IM_ Taniwel Rencana Pelantikan ketua Latupati Sapalewa batai mendapat tantangan keras dari Kepala Desa Lisabata Lauhin Kolly, pasalnya yang menjadi dasar kekesalannya adalah proses Pembentukan sampai dengan rencana pelantikan Pada hari senin nanti tidak sesuai dengan Ketentuan dan pranata adat yang sudah ada sejak zaman dahulu.(05/08/2023).
Menurutnya proses membentukan sampai dengan pelantikan sebuah orgsnisasi harus di lakukan secara demokrasi, tentu harus di sertai AD/ ART, Dengan mekanime demokrasi melalui musyawarah, foting atau aklamasi.
Berbeda halnya dengan Latupati, Sejatinya LATUPATI hadir dan keberadaanNya harus sesuai ketentuan hukum adat yg wajib di junjung tinggi oleh stiap anak adat tanpa embel – embelAD/ ART maupun mekanisme pengangkatan ketua bagaimana di pakai dalam organisasi – organisasi formal, politik osis ataupun organisasi kampus.
Kepada media infomalukunews.com, Kolly menyampaikan bahwa Bila kita mengabaikan semua itu patut di duga bahwa sedang ada upaya penggiringan majelis LATUPATI yang cacat ini pada kepentingan2 politik 2024.
Untuk itu sebagai pemimpin Negeri Hena Pati Lisabata saat ini, saya Meminta kepada mejelis latupatti Prov.Maluku tidak gegabah dalam mengambil keputusan utk melantik Yance Hilewe (kades taniwel) sebagai ketua Latu Pati taniwel karena yang bersangkutan dan desa tersebut tidak mempunyai legitimasi kedudukan adat dalam posisi sebagai pimpinan tertinggi di sapalewa batai Sebagaimana yg di ketahui oleh kami ( negri Lisabata ).
“Posisi Latupati tidak bisa digilirkan sebagaimana orgnisasi -organisasi lainnya,
Latupati wajib di turunkan kepada Negeri – Negeri yang Raja – RajaNya bergelar Pati sebagai mana Penuturan adat Saniri tiga batang air dengan masing2 PatiNya, Saya Sebagai Raja Lisabata menolak keras pelantikan Yance Hilewe, Kades taniwel sebagai ketua Latupati karena PengakatanNya mengabaikan Sruktur Adat yang Wajib di junjung tinggi oleh setiap Anak Adat di bumi yg bertajuk Saka Mese Nusa”.Tolak Kolly tegas.(IM.KR).






