IM – Dobo: Terkait maksud dan tujuan kunjungan Menteri Kelautan & Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono dan rombongan ke Benjina Kabupaten Kepulauan Aru pada 30 November 2021 kemarin, adalah untuk membuka kembali Perusahan yang sudah lama tidak beroperasi lagi sejak tahun 2014. Namun untuk pengoprasian kali ini bukan lagi PT PBR tetap Perusahan dengan Nama Industri Perikanan Arafura (IPA) yang akan menggunakan aset aset PBR. Kepala Dinas Perikanan Dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Aru, Ir J. Gutandjala, ketika di wawancara Info Maluku di ruangan nya Kamis 2 Desember 2021 mengatakan, Kunjungan Kerja Menteri KKP Wahyu Trenggono memang agak mendadak karena Pemda Aru baru dapat Informasi dua hari sebelum kedatangan pak Menteri dan rombongan. walaupun jauh jauh hari sudah ada isyu akan ada kedatangan Pak Menteri Trenggono tetapi mengenai tanggalnya belum tahu. Tetapi karena pejabat negara jadi Pemda tetap siap untuk menerima Pejabat Negara tersebut. Masih kata Kadis Perikanan dan Kelautan Kepulauan Aru. Ada beberapa hal yang Menteri KKP sampaikan yaitu, bahwa di Zona 718 laut Arafura akan di jalankan penangkapan Udang dan sistemnya pengkapan adalah pengelolahan berbasis ekologi/lingkungan, berkelanjutan dan terukur. itu berarti pelaku usaha tidak lagi menangkap sesuka hati mereka. akan tetapi masing- masing Armada sudah ditentukan kuota penangkapan setiap tahun. Masih kata Gutandjala, misalnya Perusahan A. dengan Armadanya di kasih batasan tangkap Udang 50 Ton dalam setahun maka yang di tangkap ya 50 ton tidak boleh lebih. begitu juga sebaliknya Perusahan B. tangkap 35 Ton ya tidak boleh lebih. dengan berharap Pihak pengusaha harus Taat dalam keputusan itu. karena berbasis lingkungan sehingga potensinya tetap lestari. lebih lanjut dikatakan, PBR sudah tidak lagi beroperasi akan tetapi yang sekarang operasi adalah IPA (Industri Perikanan Arafura) dengan memakai Aset aset PBR. Sehingga semua fasilitas akan di perbaiki juga perumahan Nelayan,,Pak Menteri sudah berjanji di hadapan pak Bupati untuk di bangun Fasilitas untuk Nelayan. Menurut Kadis KP Kabupaten Aru, Pengoperasian Perusahan Udang ini akan mengutamakan pekerja lokal lebih banyak dari pekerja luar dan sudah dijanjikan pihak perusahan. termasuk 30 anak Aru yang telah di sekolahkan di Sorong hasil kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. selain itu operasional Perusahan Udang IPA ini juga tidak akan mengganggu nelayan nelayan kecil. Industri Perikanan Arafura (IPA) saat ini sudah mulai operasi dengan langkah pertama adalah dengan benahi kapal kapal tangkap, benahi inftastruktur. Dengan Terukur dan ramah lingkungan. sudah tentu dengan kajian kajian yang mendalam. adapun jenis Udang yang di Tangkap adalah Udang Banana dai Udang Tiger. Dengan Harapan Semua pengusaha tetap tunduk kepada Peraturan Menteri KKP untuk tetap ramah terhadap lingkungan, menggunakan alat tangkap pukat tarik yang ramah lingkungan, dan taat terhadap keputusan yang di ambil. Juga harus mengutamakan Pekerja Lokal
Secara Nasional mendesain Pengelolaan Perikanan secara terukur dan negara negara maju sudah lama mempraktekan itu, dengan harapan di Indonesia khususnya di Aru juga menjalanlan secara terukur dan Taat terhadap aa yang sudah di putuskan terkait batasan batasan penangkapan. Juga berdampak Postif bagi PAD Aru dan perputaran Perekonomian Masyarakat Aru.
(Dedi W)







