.-SBB.’ — Novita Magrib, ST, MT, IPM, Fasilitator Ahli Program Sekolah Penggerak Provinsi Maluku, melakukan kunjungan lapangan untuk melihat dan menilai implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 16 Seram Bagian Barat. Kunjungan lapangan ini sebagai salah satu agenda pendampingan Program Sekolah Penggerak (PSP 1 ) di Provinsi Maluku.
Kehadiran Novita Magrib, ST, MT, IPM, di sekolah ini disambut dengan baik oleh seluruh elemen pendidikan,mulai dari kepala sekolah, guru dan para siswa SMA Negeri 16 SBB. ” Tujuan kunjungan hari ini untuk mengamati praktik dalam pengembangan program kurikulum merdeka, mencermati, menilai, dan mengevaluasi inovasi pengembangan kurikulum merdaka yang telah diterapkan, serta menpelajari dokumen yang disiapkan, kata Novita Magrib kepada media ini, Jumat (20/10/2023).
Novita berharap melalui kunjungan lapangan ini, akan memberikan wawasan, meningkatkan kualitas dan implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 16 SBB.
Dokumen yang dipelajarai dalam kunjungan ini, masing masing dokumen praktik baik yang sudah dilakukan dan didokumentasikan, praktik baik komunitas belajar dalam lingkungan sekolah dan dokumentasinya, dokumen (bahan materi pengibasan) yang sudah dilakukan ke sekolah lain serta dokumentasinya, dokumen praktik baik dalam perencanaan berbasis data, Dokumen praktik baik dalam digitalisasi sekolah, dan melakukan pengematan terhadap proses pembelajaran di kelas.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 16 SBB, Ne’ma Patty, S.Pd.I, M.Pd., Selaku pengelola pendikan kami menyam butbaik kehadiran Kurikulum Merdeka sebagai bentuk pengembangan pendidikan yang lebih menekankan pada potensi individual siswa, dan pembelajaran yang lebih
kontekstual. Bagi kami Kehadiran Kurikulum ini akan menciptakan pembelajaran yang lebih ber-
orientasi pada siswa, relevan, dan mampu menghasilkan individu yang lebih terampil dan berdaya saing dalam masyarakat yang berubah dengan cepat.
Dibalik tangungjawab yang diemban ini, terasa begitu menantang, karena pembelajaran pada kurikulum ini menuntut tidak hanya cakap dan memiliki inovasi tapi menguasai berbagai perangkat pembela jaran untuk mendorong melahirkan peserta didik yang berkualitas. Namun disisi lain, kami juga masih dihadapkan realitas keter batasan akses penunjang pembelajaran. Mulai dari aksesibilitas jangkaun sekolah yang jauh dari kota kabupaten mapun provinsi, sarana penunjang, jaringan internet yang rendah, pasokan listrik yang rendah salam ini, menjadi bagian yang tak terpisakan dari upaya kita untuk menjawab dan beradaptasi menguirkan merdeka belajar di SMA Negeri 16 SBB.
“Semoga dengan kunjungan lapangan ini, dapat memberikan wawasan, bimbingan, dan saran, kepada kita semua, berdasar kan pengalaman ibu Novita Magrib, ST, MT, IPM meningkatkan kualitas dan implementa si kurikulum merdeka di SMA Negeri 16 SBB” harap Ne’ma Patty. (IM-03)






