Di Kabauw Pelaku Narkoba “Dirajam” Pakai Lemparan Batu Oleh Warga

- Publisher

Thursday, 17 June 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM, AMBON-Belum pernah mendengar atau membaca berita pelaku narkoba dihukum rajam dengan lemparan batu? Ternyata hal itu ada di Negeri Kabauw Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Hukuman bagi para pelaku penyalahgunaan narkotika itu dilakukan sebagai pelaksanaan hukum adat.

“Dilempari batu sampai luka-luka, sampai pelaku tobat,” papar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku, Brigjen Pol MZ Muttaqien kepada infomaluiunews.com Kamis (17/6/2021).

Seperti yang diketahui pihaknya dari para sesepuh desa adat tersebut, ungkap Muttaqien, ternyata hukuman rajam dengan lemparan batu ini, juga dilakukan untuk pengguna ilmu hitam.

“Bayangkan, oleh masyarakat pelaku narkoba disamakan dengan pelaku ilmu hitam di desa itu,” katanya.

Kepala BNN Provinsi Maluku ini menilai Negeri Kabauw layak dijadikan pilot project desa percontohan “Bersih Narkoba” oleh pemerintah daerah maupun pusat untuk skop nasionalnya.

Pasalnya, salah satu desa adat di Maluku itu telah memiliki kesadaran kolektif yang kuat terkait bahaya penyalahgunaan narkotika.

Dan hal itu didukung penuh seluruh tokoh adat, agama maupun masyarakat demi menyelamatkan warganya terutama generasi muda dari narkoba.

Sejak dulu Negeri Kabauw memang dikenal sebagai daerah rawan narkotika di Kecamatan Pulau Haruku.

Tapi sejak barang bukti kebun ganja diserahkan langsung ke pihak BNN Provinsi Maluku label desa narkoba untuk Negeri Kabauw perlahan mulai hilang.

“Insyaallah sekarang Negeri Kabauw sudah jadi daerah hijau dari narkoba,” kata MZ Muttaqien. (pom)

Berita Terkait

SESJAMPIDMIL KEJAGUNG RI Dr. SISWANTO LAKSANAKAN MONITORING, EVALUASI KINERJA DAN SUPERVISI BIDANG PIDANA MILITER DI KEJATI MALUKU
IRA PENIMBUNAN BBM BERSUBSIDI DI MAMUA, AKUI DIPASOK DARI MA’DE DI WARA AIR KUNING, RESKRIMSUS POLDA MALUKU DIMINTA PERIKSA PEMASOK.
PT. Mulia Karya Kontruksi, Menang Kasasi di Mahkamah Agung.
INEKKE TANDIARI KORBAN DUGAAN MALPRAKTIK, BANTAH TUDINGAN KLINIK eR’eL, MINTA UANG Rp100 JUTA.
Sesjamdatun Kejaksaan Agung RI Laksanakan Evaluasi Kinerja Dan Supervisi Bidang Datun Di Maluku
dokter lisa akui obat suntik korban demaqual, bukan v light solution, klaim manfaat sama jadi sorotan
Kejati Maluku Naikkan Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Disdikbud 2025 Ke Penyidikan
DITRESKRIMSUS POLDA MALUKU UNGKAP DUGAAN PENYALAHGUNAAN BBM, 600 LITER PERTALITE DAN MINYAK TANAH DIAMANKAN
Berita ini 635 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 5 November 2026 - 11:05 WIT

SESJAMPIDMIL KEJAGUNG RI Dr. SISWANTO LAKSANAKAN MONITORING, EVALUASI KINERJA DAN SUPERVISI BIDANG PIDANA MILITER DI KEJATI MALUKU

Thursday, 5 November 2026 - 08:11 WIT

IRA PENIMBUNAN BBM BERSUBSIDI DI MAMUA, AKUI DIPASOK DARI MA’DE DI WARA AIR KUNING, RESKRIMSUS POLDA MALUKU DIMINTA PERIKSA PEMASOK.

Friday, 30 October 2026 - 11:38 WIT

PT. Mulia Karya Kontruksi, Menang Kasasi di Mahkamah Agung.

Friday, 30 October 2026 - 05:05 WIT

INEKKE TANDIARI KORBAN DUGAAN MALPRAKTIK, BANTAH TUDINGAN KLINIK eR’eL, MINTA UANG Rp100 JUTA.

Thursday, 29 October 2026 - 20:56 WIT

Sesjamdatun Kejaksaan Agung RI Laksanakan Evaluasi Kinerja Dan Supervisi Bidang Datun Di Maluku

Berita Terbaru