Infomalukunews.com,Piru, 31/7/26 — Polemik terkait pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kembali menjadi sorotan. Bupati SBB, Asri Arman, diduga lebih memprioritaskan orang-orang dekat dan kelompok tertentu dalam penempatan sejumlah jabatan strategis di lingkup pemerintahan.
Kebijakan tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana prinsip profesionalitas, kompetensi, serta penghargaan terhadap putra-putri daerah diterapkan dalam proses pengisian jabatan di Pemkab SBB.
Sejumlah pihak menilai, putra-putri daerah yang selama ini telah mengabdi dan memiliki pengalaman di lingkungan Pemkab SBB semestinya mendapat kesempatan yang proporsional untuk menduduki jabatan sesuai kompetensi dan rekam jejak mereka.
Namun, belakangan muncul tudingan bahwa sejumlah posisi justru lebih banyak diberikan kepada orang-orang yang memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan, bahkan disebut-sebut memiliki hubungan keluarga maupun kedekatan tertentu dengan pihak penguasa.
“Kalau benar jabatan pemerintahan lebih mengutamakan kedekatan daripada kompetensi, ini sangat berbahaya bagi masa depan birokrasi SBB,” demikian sorotan yang berkembang di tengah masyarakat.
Kritik juga diarahkan pada gaya kepemimpinan Bupati Asri Arman yang dinilai sebagian pihak terlalu menonjolkan pola pengelolaan pemerintahan seperti berada dalam lingkaran keluarga sendiri.
Publik mempertanyakan apakah proses rotasi, mutasi maupun promosi jabatan telah dilakukan berdasarkan sistem merit, kompetensi, integritas dan kebutuhan organisasi, atau justru dipengaruhi faktor kedekatan personal dan kepentingan tertentu.
Jabatan pemerintahan bukan milik keluarga atau kelompok tertentu. Jabatan adalah amanah publik yang harus diberikan kepada orang yang paling layak dan kompeten.
Karena itu, masyarakat SBB mendesak Bupati Asri Arman membuka secara transparan dasar dan mekanisme pengisian jabatan di lingkungan Pemkab SBB. Jika seluruh proses telah sesuai aturan dan sistem merit, maka pemerintah daerah dinilai tidak perlu ragu memberikan penjelasan kepada publik.
Sebaliknya, jika ditemukan adanya praktik nepotisme, konflik kepentingan atau penyalahgunaan kewenangan dalam pengisian jabatan, maka hal tersebut patut menjadi perhatian serius lembaga pengawas dan aparat penegak hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat klarifikasi resmi dari Bupati SBB Asri Arman terkait tudingan bahwa penempatan jabatan di lingkup Pemkab SBB lebih mengutamakan orang dekat atau pihak yang memiliki hubungan keluarga.(IM-03)




