IM- Lisabata, SBB.- Untuk mengatasi kesulitan pangan dan menggenjot pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Lisabata Kec Taniwel, Kab. SBB.melalui program Desa yang di anggarkan dari Dana Desa Tahun Anggaran 2023.(19/01/2024).
Program yang di lakukan oleh Pemerintah Desa Lisabata ini, dilakukan dengan melibatkan masyarakat selain untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari sebagai pangan alternatif dapat juga di jual untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.
Kepada Media ini saat di temui, Kepala Desa Lisabata menyampaikan bahwa singkong merupakan salah satu produk Perkebunan yang memiliki nilai komersil tinggi selain dapat di jadikan sebagai makanan pokok alternatif dapat juga di jadikan sebagai produk cemilan seperti kerupuk yang banyak di minati baik oleh anak – anak maupun orang dewasa”.Ujar Kades.
Lanjutnya Selain Beras yang saat ini menjadi makanan pokok masyarakat, namun hampir setiap bulan mengalami kenaikan harga yang lumayan tinggi, maka saya mengajak masyarakat untuk lebih memilih singkong sebagai pangan lokal yang tidak kalah dengan beras, yang memiliki karbohidrat tinggi untuk kebutuhan nutrisi tubuh kita, sekarang ini banyak dari masyarakat kita yang memilih beras sebagai makanan pokok padahal dulu Beras atau nasi sering di jadikan makanan sampilan sebagai pendamping Sagu dan singkong, untuk itu saya mendorong masyarakat desa lisabata untuk menjadikan singkong sebagai menu makanan pendamping atau bahkan dapat di jadikan sebagai makanan utama, karena singkong dapat di olah menjadi berbagai menu baik itu singkong rebus, singkong goreng bahkan dapat di olah menjadi Suami/sangkola (nama menu makan jaman dulu yang di parut dan di kukus).
Ada Kurang lebih 80.000. Pohon singkong yang kita tanam di atas Lahan tidur seluas 2 Hektare Lahan yaitu setiap meter persegi kita buat empat Kuming (gundukan bedeng), di mana ada berbagai jenis singkong yang kita tanam seberti singkong yang usianya 3 bulan maupun 6 bulan masa panen dan saya yakin jika singkong yang kita tanam ini di panen maka dari jumlah 80.000 anakan ini, satu pohon saja dapat menghasilkan 3 – 4 kg singkong maka kalau 80.000 anakan di panen dalam waktu 3 – 6 bulan akan menghasilkan 240.000 kg atau sebanyak 240 ton sekali panen dan jika di rupiahkan maka per kg di jual dengan harga Rp.3.000 saja maka kita akan menghasilkan Rp.720.000.000,- Sekali panen. Hitung media ini.
Artinya Kalau program ketahanan pangan yang di fokuskan maka dalam 1 tahun akan menghasilkan Rp.1.440.000.000 per tahun untuk 2 kali panen, kalau tidak meleset dari hitungan.(IM.KR).






