Wali Kota Ambon Buka Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026

- Publisher

Thursday, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com, Ambon – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, secara resmi membuka kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung misi percepatan penurunan stunting di Kota Ambon tersebut diselenggarakan di Ballroom Hotel Marina, Ambon, pada Rabu (8/04/26).

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa kesehatan yang paling universal bukan merujuk pada jenis penyakit tertentu, melainkan kepada hak asasi manusia untuk sehat dan mendapatkan perawatan kesehatan yang dibutuhkan sebagai fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan dan peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Setiap orang berhak memiliki akses layanan kesehatan yang adil tanpa diskriminasi, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Baik itu layanan promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif,” ujarnya.

Wattimena menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah kesehatan masyarakat, melainkan tantangan serius bagi pembangunan bangsa yang berdampak pada produktivitas dan daya saing di masa depan.

“Stunting menyebabkan kerentangan terhadap penyakit dan berisiko pada menurunnya tingkat produktivitas di masa depan dan akan menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan, dan memperoleh ketimpangan sosial,” pungkasnya.

Ia mengatakan berdasarkan data Lembaga Survei Kesehatan Indonesia (SKI), Kota Ambon menunjukkan tren penurunan stunting yang konsisten selama empat tahun terakhir, yakni 21,8% (2021), 21,1% (2022), 20,7% (2023), dan 19,7% (2024).

Pada tahun 2025, data menunjukkan terdapat 279 kasus stunting (prevalensi 1,60%) dari total 17.457 balita yang diukur. Memasuki awal tahun 2026, angka tersebut kembali menurun per Februari menjadi 271 kasus (prevalensi 1,58%), yang terdiri dari 80 balita sangat pendek dan 191 balita pendek.

“Ini merupakan bukti kerja semua pihak sehingga pada kesempatan yang berbahagia ini saya ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dan berkompetensi dalam upaya percepatan penurunan stunting di kota ambon,” tambahnya

Dirinya juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Ambon telah menetapkan target ambisius dalam RJPMD 2025-2029, di mana angka stunting ditargetkan turun sebesar 3% setiap tahunnya hingga mencapai di bawah 5% pada tahun 2030.

“Ini merupakan kinerja daerah yang harus dicapai selama saya menjabat sebagai Wali Kota Ambon. karena itu kita semua harus mengerti bahwa dampak stunting ini bukan hanya urusan kebutuhan, tetapi yang paling berbahaya adalah rendahnya kemampuan anak, keterbelakangan mental dan munculnya penyakit-penyakit kronis yang mudah dialami oleh anak,” kata Wali Kota.

Dalam kegiatan ini, Dinas Kesehatan juga akan menentukan lokus (lokasi fokus) stunting untuk tahun 2027 yang nantinya akan ditetapkan melalui SK Wali Kota sebagai acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan upaya penyembuhan dan intervensi secara konvergen.(IM-VLL)

Berita Terkait

Heboh Proyek Rp16 Miliar Sungai Tala: BWS Maluku Sebut HGU Mati Sejak 1980-an, Status Lahan Kembali ke Negara
Persoalan Lahan Proyek Talud Sungai Tala Masuk Kejati Maluku, Dua Rekanan Disorot: Kuasa Hukum Minta Kepala Balai Bertanggung Jawab
Kuasa Hukum Soroti Dugaan Tanda Tangan Palsu, Minta Kejati Maluku Dalami Pembuat dan Pengguna Dokumen
PLTS Terpadu masuk di Desa Apara, Bukti kepemimpinan Kaidel Untuk Program Aru Terang.
Bangun Aru, Pembangunan lapangan upacara kantor Bupati Aru terus dikerjakan.
Loket Tiket Pelabuhan Tulehu Disorot, Dugaan Pungli Bikin Warga Malteng Kecewa terhadap PT Dharma Indah
Polda Maluku Luruskan Pemberitaan Dugaan Polwan Kembali Digerebek, Hasil Klarifikasi: Tidak Ditemukan Pria Lain di Dalam Kamar
Perkuat Pola Asuh Holistik di Era Digital, DWP Bagian Umum Gelar Edukasi Parenting Bagi Orang Tua
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 13 August 2026 - 18:39 WIT

Heboh Proyek Rp16 Miliar Sungai Tala: BWS Maluku Sebut HGU Mati Sejak 1980-an, Status Lahan Kembali ke Negara

Wednesday, 12 August 2026 - 20:06 WIT

Persoalan Lahan Proyek Talud Sungai Tala Masuk Kejati Maluku, Dua Rekanan Disorot: Kuasa Hukum Minta Kepala Balai Bertanggung Jawab

Tuesday, 11 August 2026 - 06:59 WIT

Kuasa Hukum Soroti Dugaan Tanda Tangan Palsu, Minta Kejati Maluku Dalami Pembuat dan Pengguna Dokumen

Tuesday, 11 August 2026 - 01:05 WIT

PLTS Terpadu masuk di Desa Apara, Bukti kepemimpinan Kaidel Untuk Program Aru Terang.

Monday, 10 August 2026 - 19:11 WIT

Bangun Aru, Pembangunan lapangan upacara kantor Bupati Aru terus dikerjakan.

Berita Terbaru