Bupati SBB Bohongi Donatur Pilkada

- Publisher

Saturday, 27 June 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM, PIRU-
Beban hutang Bupati SBB Yasin Payapo masih banyak kepada sejumlah donatur daerah ketika mencalonkan diri di Pilkada 2017 lalu. Salah satunya almarhum Jo Maspaitella kontraktor yang dijanjikan proyek tapi ternyata dibohongi Yasin.

Keluarga almarhum Jo Maspaitella yang kini susah dan butuh bantuan dua kali mendatangi kediaman Bupati SBB itu di Ambon namun janji tidak dipenuhi.

Tokoh masyarakat SBB Mat Hehanussa mengaku sempat berperan sebagai mediator pasangan YasinPayapo-Yus Akerina. Dia ikut mencari donatur ketika kedua pasangan ini maju di Pilkada Kabupaten SBB.

Setelah dimediasi, pasangan Yasin-Yus berkomitmen jika mereka menang Pilkada, Jo Maspaitella akan ikut menikmati kue pembangunan dengan mengerjakan sejumlah proyek daerah.

“Saya tahu itu kok, saya yang kasih ketemu bupati dan wakil dengan almarhum,” aku Mat Hehanussa kepada infomalukunews.com, Sabtu (27/6/2020). 

Namun dana ratusan juta bahkan miliaran rupiah oleh Jo Maspaitella semasa hidupnya sia-sia. Setelah meninggal, anak dan isteri almarhum meminta proyek  Yasin kembali umbar janji.

Alih-alih memberikan pekerjaan kepada keluarga almarhum Jo Maspaitella, Yasin justru memilih Uya yang baru muncul setelah kedua pasangan dilantik selaku Bupati-Wakil Bupati SBB.

Selain Uya, ada kontraktor Jimy yang merupakan lingkaran Uya sendiri.

“Bupati bukan bantu anak dan isteri almarhum malah kasih proyek ke Uya, dia ini siapa? Dia ini datang setelah bupati baru dilantik, itu khan kurang ajar, dan pembohongan” ketusnya.

Menurut Mat Hehanussa, Wakil Bupati Timotius Akerina harus jujur bicara, sebab tidak adanya pembagian kue pembangunan ini akibat ulah dia bersama Yasin Payapo.

Menurutnya, banyak kontraktor merupakan penyokong dana bagi Yasin-Yus seperti Banjar Nahor, Asriel Tanjung, Anton Leatemia, Robert Taner dan Hadi Tuankotta. Tapi mereka dilupakan begitu saja.

“Dengan Banjar itu di gudang Waitatiri. Kalau Hadi Tuankotta itu juga korban, beban pa Hadi Rp 350 juta belum dibayar oleh Pa Bupati,” terang Hehanussa.

Padahal kalau dikasih ruang oleh Bupati, kata Mat Hehanussa, para donatur ini bisa saja mendapat proyek.

Namun yang terjadi adalah pembohongan setelah komitmen dibangun bersama. “Jadi kacang lupa kulit saja yang terjadi,” katanya.(pom)

Berita Terkait

Mudahkan akses jalan , babinsa dan warga buat jalan setapak.
Dandim 1502/Masohi Damping kunjungan kerja Pangkogabwilhan III .
Rangkaian Kunjungan Kerja Pangkogabwilhan III di Wilayah Kodim /Masohi
Bupati SBB : Keikutsertaan Desa Di Pilkades Berdasarkan Musdes Yang Tertuang Dalam Keputusan BPD
Tanggapi Protes Mantan Peserta Pesparawi XII, Ketua LPPD SBB Nyatakan Audisi Persparawi XIII Adalah Wewenang LPPD Provinsi
Syukuran HUT GPM Ke- 86, PLT Bupati SBB Bagikan Paket Sembako Bagi Para Janda dan Duda
Realisasi Bantuan Warga Terdampak Gempa di SBB Mencapai 97,53 Persen
Plh Bupati SBB Minta DD-ADD dan Pilkades Dikawal
Berita ini 1,256 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 25 January 2022 - 07:59 WIT

Mudahkan akses jalan , babinsa dan warga buat jalan setapak.

Tuesday, 11 January 2022 - 19:14 WIT

Dandim 1502/Masohi Damping kunjungan kerja Pangkogabwilhan III .

Tuesday, 11 January 2022 - 19:11 WIT

Rangkaian Kunjungan Kerja Pangkogabwilhan III di Wilayah Kodim /Masohi

Friday, 24 September 2021 - 12:17 WIT

Bupati SBB : Keikutsertaan Desa Di Pilkades Berdasarkan Musdes Yang Tertuang Dalam Keputusan BPD

Friday, 17 September 2021 - 19:23 WIT

Tanggapi Protes Mantan Peserta Pesparawi XII, Ketua LPPD SBB Nyatakan Audisi Persparawi XIII Adalah Wewenang LPPD Provinsi

Berita Terbaru