IM-Morela;— Gubernur Maluku yang diwakili Sekda Prov Maluku mengikuti tradisi adat pukul Sapu lidi oleh Masyarakat Negeri Morela ,di lapangan Kapitan tulukabessy Negeri Morela, Kec Leihitu Kab Maluku tengah Prov.Maluku.Kota Ambon.(29/04/2023).
Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya :
Gubernur maluku yang di wakili Sekda Prov. Maluku, DanLantamal beserta ibu, Dandim 1504 Pulau Ambon, Kapolresta pulau Ambon, Forum komunikasi pimpinan daerah Maluku, Danramil Leihitu, Kapolsek Leihitu, Raja Negeri Morella, Dewan adat dan kepala soa, Toko agama dan toko masyarakat, Para tamu undangan kurang lebih 100 orang serta Masyarakat Negeri Morella serta pengunjung kurang lebih 3000 orang
Dalam rangkaian acara susunannya sebagai berikut :
1) Pembukaan
2) Persembahan Tari-Tarian Retki
3).Penyulutan obor kapitan telukabessy
4).persembahan tarian cakalele
5).Sambutan Raja negeri morela
6) Persembahan Tari-tarian silwangi
7).Atraksi bambu gila.
8). Tradisi adat Pukul sapu
9). Persembahan Tari-Tarian Lisa kapahaha
9). Penutup
Rangkaian kegiatan yang telah di jadwalkan sebagai berikut :
1).Pukul 16.13.WIT, Raja Negeri morella Beserta pejabat negeri tiba di lapanganKapitan tulukabessy.
2) Pukul 16.35 WIT , Tarian adat saliwangi Oleh putri-morella
3)Pukul 16.47 WIT ,Penyulutan obor kapitan telukabessy oleh raja negeri morela serta sambutan yang di sampaikan oleh Sekada Prov. Maluku Ir. Sadali Ie, M.Si, yang mewakili Gubernur Maluku Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Murad Ismail, S.H., M.H.
Dalam sambutannya Le menyampaikan Bahwa,
Sejarah adalah kumpulan cerita yang retak, berkeping-keping dan tidak utuh. namun tugas generasi penerus adalah mengumpulkan serpihan-serpihan itu,menyatuhan, menceritakan ulang, menuliskan dan merayakan peristiwa sejarah itu kembali.
Perayaan upacara pukul sapu lidi ini adalah cara kami menceritakan sejarah para leluhur yang berjuan dalam perang kapaha . kapaha menjadi pusat perlawanan terhadapa kesewenang-wenang kolonialisme belanda setelah jatuhnya benteng Wawane dan wafatnya kapitan kaki Ali,sejarah mencatat berkumpulnya para malesi ,kapitan dan Karaeng di benteng kapaha dalam menyatukan tekad berjuang demi bangsa dan tanah air
Jika hari ini kita dapat menikmati kemerdekaan,hidup yang layak,pendidikan yang cukup dan keluasaan beraktivitas boleh jadi benih kebebasan itu juga lahir dari benteng kapaha ,bagi kami benteng kapaha bukan hanya sebuah daerah geografis yang di kelilingi oleh hutan ,bukut dan gunung ,namun lebih dari itu kapitan Telukabesi ,para malesi karaeng dan seluruh pejuang kapaha adalah simbol semangat kami.
Ingatlah Wahai generasi muda morela ,generasi muda maluku ,generasi muda bangsa ,bukan tuhan yang merubah nasib dan penghidupan kita,namun usaha dan kerja keras serta menabung adalah solusi dan jalan keluarnya.
Hari ini kita tahu punya sudah baik-baik saja bumi sedang sakit virus covid 19 sedang merajalela di mana-mana bumi sedang mandiri peringatan jika eksploitasi alam semesta (Mengambil manfaat/untung tanpa memelihara memelihara dan merawat ) serta pencemaran lingkungan tidak dapat dibiarkan terus alam mesti di pulihkan agar anak cucu kita mendapat manfaat yang berkelanjutan. Jelas Le dalam sambutannya.
Kegiatan ini lanjudkan dengan Persembahan tari tarian dan prosesi adat Pukul Sapu.
Pukul 16.50 WIT , Persembahan Tari-Tarian cakalele dari putra -Putra Negeri morella
Pukul 17.10 WIT. Persembahan Tari-Tarian Saliwangi oleh putri-Putri negeri morela.
Pukul 17.17 WIT. Persembahan Atraksi bambu gila oleh Putra- Putra negeri morela.
Pukul 17.26 WIT ,Persembahan tarian-tarian Lisa kapahaha oleh putri-putri Negeri morela
Pukul 17.40 WIT, Atraksi Pukul Sapu lidi babak pertama oleh putra-putra negeri morela yang di buka oleh bapak raja , beserta Upulatuh negeri morela.
Pukul 17.53 WIT, Atraksi Pukul sapu lidi babak ke dua oleh Putra-Putra negeri morela.
Pukul 18.05 WIT, Atraksi Pukul sapu lidi babak ke dua oleh Putra-Putra negeri morela.
Pukul 18.10 Wit, Negeri Morela dan Negeri Wahai melaksanakan acara panas Pela gandong dikelilingi Negeri Morela dan Pada Pukul.18.30 WIT, Seluruh rangkaian kegiatan selesai dalam keadaan aman.
Kegiatan ini merupakanTradisi adat yang di lakukan sejak turun temurun di setiap tahun di 7 Syawal 1444 H, du akhir bulan suci ramadhan.( IM-KR).






