IM, NAMLEA-Tim Gugus Corona Virus Disease 2019(Covid-19) Desa Waetele unit 15, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru mendadak lapangan untuk memeriksa 22 pelajar dan mahasiswa asal Desa Waetele yang mengikuti pendidikan di pulau Jawa, Ambon dan sejulah daerah lainnya yang sekarang kembali ke desa tersebut.
Pemeriksaan mendadak dilakukan atas laporan masyarakat dengan beragam suku yaitu, Jawa, Bugis, Buton dan berbagai suku lain termasuk suku asli pulau Buru.
Langkah cepat itu diambil karena pengaduan warga, mensorong tim Covid-19 dari Puskesmas Desa Savana Jaya bersama tim Covid-19 bergerak ke Desa Waetele, Sabtu (11/4/2020).
Berjumlah 11 orang terdiri dari 3 orang petugas kesehatan, aparatur desa 3 orang, (BPD 2 orang, Satpol PP 2 orang dan 1 orang Limnas, tim masuk dan keluar rumah dimana para pelajar tersebut tinggal di rumah orang tua masing-masing.
“Kami ambil langkah ini sesuai himbauan pemerintah daerah. Masyarakat di desa ini kita minta bekerja sama dalam rangka mengatasi penyakit wabah virus Corona. Semoga 22 pelajar desa ini tidak terkontaminasi virus ganas Covid-19 yang mematikan nyawa manusia,” harap Ketua tim Gugus Covid-19 Desa Waetele, Nuryasin kepada infomalukunews, di sela-sela kegiatan tim gugus Covid tersebut di Desa Waetela.
Dikatakan Nuriasin, dari 22 pelajar itu, semunya mengikuti pendidikan di luar daerah, termasuk Pendidikan Pasatren.
Kegiatan yang dilakukan tim gugus Covid tersebut kata dia adalah pengukuran suhu tubuh. Baru 8 orang diperiksq hasilnya sehat atau negatif. Kegiatan dilanjutkan kembai pukul10.15 Wit untuk 14 orang pelajar lainnya.
Nuriasin menegaskan walaupun anggaran terbatas namun urgennya pencegahan wabah virus Corona, pihaknya tetap mengupayakan mulai dari pakaian anti virus, hingga peralatan medis lainnya.(AK/SW)






