Terima Kunjungan BEM Nusantara, Kapolda: Maluku Wajib Aman dan Nyaman

- Publisher

Thursday, 19 May 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM-POLDAMALUKU;- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Maluku menemui Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif di ruang kerjanya, Kamis (19/5/2022).

Terdapat empat hal yang disampaikan kepada Kapolda jelang Temu Nasional BEM Nusantara ke-XIII yang akan digelar di Universitas Serang Raya (UNSERA), Banteng, pada 20-25 Mei 2022 mendatang.

Koordinator BEM Nusantara Maluku, Brian Lewerissa, mengaku, dalam Temu Nasional nanti pihaknya akan membawa sejumlah persoalan Maluku untuk diperjuangkan secara bersama-sama.

Terdapat empat hal yang menjadi gagasan untuk diusulkan dalam Temu Nasional. Diantaranya Mendorong Pemerintah Pusat untuk merealisasi Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN); Mengesahkan RUU Provinsi Kepulauan; Mencabut Moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) agar Maluku dapat berkembang, dan menetapkan A.M. Sangadji sebagai Pahlawan Nasional.

“Menyangkut rencana itu saya mendukung sepenuhnya,” kata Kapolda setelah mendengar maksud dan tujuan kedatangan para mahasiswa dari BEM Nusantara Maluku.

Kapolda mengaku salut dengan konsep yang akan dibawa para mahasiswa asal Maluku dalam kegiatan Temu Nasional BEM Nusantara nanti.

“Saya kira ini konsep-konsep yang bagus. Yang paling penting menurut saya adalah bagaimana membuat Maluku ini menjadi aman dan nyaman, itu kata kuncinya,” tegas Kapolda.

Kapolda menyampaikan selama keamanan dan kenyamanan tidak dapat diciptakan masyarakat, maka orang akan merasa khawatir atau takut datang di Maluku.

“Selama dua kata kunci ini tidak ada, jangan berharap orang mau datang dan berinvestasi di Maluku,” sebutnya.

Berbagai konsep yang direncanakan secara baik, kata Kapolda, tak akan terwujud apabila masyarakat atau bahkan warga pendatang tidak merasakan aman dan nyaman.

“Saya sudah lihat keliling, Maluku ini indah, Maluku ini luar biasa, punya potensi yang hebat. Jadi kalau kalian ingin bicara provinsi Kepulauan, iya, tapi basicnya supaya Maluku ini aman, damai,” terangnya.

Mahasiswa, lanjut Kapolda, merupakan generasi penerus bangsa. Sebagai generasi muda, mahasiswa harus menjadi agen pembaharuan.

“Jadi tidak boleh ada pengkotak-kotakan agama, kesukuan, karena kalau kita lihat petanya Maluku ini, kalian berpencar di pulau-pulau. Saya seringkali ngomong jangan persoalan orang per orang di bawah menjadi persoalan negeri,” tekannya.

Sebagai calon-calon pemimpin bangsa, Kapolda mengharapkan para mahasiswa untuk menanamkan rasa nasionalis dalam diri, tanpa memandang suku, agama, maupun antar golongan.

“Kalian ini calon-calon pemimpin, mungkin ada yang jadi Bupati, Wali kota, pengusaha, tapi kalian sudah harus tanamkan bahwa kalian adalah nasionalis,” harapnya.

Kapolda berharap Maluku dapat menjadi daerah yang maju di bidang pariwisata seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali.

“Di Bali tidak ada pabrik, tidak ada tambang, yang dijual adalah keindahan pantainya, budayanya, keramahtamahannya, kerukunannya, dan bisa menghasilkan devisa terbesar di segi pariwisata di Indonesia,” ungkapnya.

Bali, kata Kapolda, sangat menjaga betul keamanan, dan kenyamanan, “kalau ada orang kampung, ada turis yang lakukan kejahatan langsung diusir dari kampungnya, dan tidak pernah dibela,” sebutnya.

Kondisi di Bali, lanjut Kapolda, berbanding terbalik dengan Maluku. Di Maluku saat terjadi bentrokan masyarakat malah menutup kejadian tersebut dari aparat kepolisian.

“Di sini kalau ada orang berkelahi, kita polisi datang, kita tanya, mereka bilang tidak ada yang berkelahi, padahal sudah ada korban, ditutupi semua, ini yang menimbulkan api dalam sekam,” sebutnya.

Kapolda berharap berharap Maluku menerapkan konsep PAM Swakarsa. Di mana, semua masyarakat menjadi polisi untuk diri sendiri. Sehingga apabila terjadi konflik, kejahatan, maka akan dapat diselesaikan dengan baik.

“Kalau ada kejahatan bantu polisi untuk mengungkap kejahatan. Di sini orang dibunuh kita datang dan kita minta otopsi dia tidak mau, padahal itu syarat utama untuk mengungkap kasus pembunuhan, sampai kapan kita hidup mencekam. Ribut sedikit-sedikit tutup jalan, blokir masing-masing daerah,” herannya.

Untuk diketahui, dalam pertemuan tersebut, Kapolda didampingi Direktur Intelkam, dan Kabid Humas Polda Maluku.(IM03)

Berita Terkait

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA
Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak
Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan
Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026
“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 20 August 2026 - 06:44 WIT

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA

Wednesday, 24 June 2026 - 10:33 WIT

Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak

Tuesday, 2 June 2026 - 10:01 WIT

Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan

Tuesday, 26 May 2026 - 14:02 WIT

Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026

Thursday, 7 May 2026 - 22:49 WIT

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎

Berita Terbaru