Infomalukunews.com, Ambon-Hendra Helwaun, pelapor kasus penipuan dan penggelapan mobil di Mapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, meminta atensi Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, AKBP.Yoga Putra Prima Setya,atas laporan tersebut.
Sebab, sejak ia mengadukan permasalahan ini ke Polresta Ambon, dengan terlapor Grace Constantine Kainama, warga Kudamati Farmasi, Kota Ambon, sejak 28 November 2024, dan mulai dilakukan penyelidikan (lidik) berdasarkan surat perintah penyelidikan nomor : Sp lidik/80/III/2025/Reskrim, tanggal 5 Maret 2025, hingga kini belum ada kepastian hukum yang diperoleh pihaknya sebagai pencari keadilan.
“Untuk itu kita berharap agar ada atensi Kapolresta Ambon, dengan cara mengevaluasi penyidik yang menangani kasus ini,” ungkap Hendra, kepada wartawan di Ambon, Kamis, (12/6).
Kata dia, sejak laporannya dibawa ke polisi, baru saja ambil keterangan dari dua saksi fakta dan dirinya sebagai pelapor, setelah itu penyelidikan kasus ini mulai lambat ditangani penyidik. Padahal jika polisi serius dalam penangani,harusnya sudah periksa terlapor, serta jika alat bukti sudah mendukung, penetapan tersangka juga harus dilakukan agar kredibilitas penyidik serta nama institusi Polri tetap dipercaya oleh masyarakat pencari keadilan.
“Pada Prinsipnya kita minta agar ada kepastian hukum terhadap laporan yang saya masukan ke polisi itu,” tandasnya.
Menurut Hendra, persoalan ini berujung di aparat penegak hukum (APH) Polresta Ambon karena mobil yang dimilikinya diambil oleh terlapor di tempat kerja. Kejadian itu sekitar bulan Oktober 2024, dimana saat itu ia sementara parkir mobil Avanza Velos yang bernomor polisi DE 1486 AK di halaman kantor,tiba-tiba sudah tidak ada di halaman parkiran, setelah di cek, ternyata terlapor yang mengambil mobil tersebut. “Dugaan itu benar saja, karena kejadian itu hari Jumat, lalu hari Sabtu terlapor bawa pulang barang-barang saya yang ada di dalam mobil,” jelasnya.
Terlapor, kata dia, klaim kalau mobil itu adalah punya dia, padahal ia sudah membelinya dengan cara angsur dari terlapor (bukti pemberian uang ada dengan jelas). Bahkan terlapor pernah melaporkan dia ke Polisi bahwa sudah menggelapkan mobil miliknya,namun laporan terlapor tidak ada bukti sehingga tidak dilanjutkan penyidik.
“Jadi waktu dia (terlapor) lapor saya ke Polresta, saya lalu dipanggil untuk memberikan klarifikasi di polisi tepatnya di bagian SPKT, saya bilang kalau mobil milik terlapor yang saya bawa itu sudah saya beli dengan cara angsur, ada juga terlapor meminta uang dengan jumlah bervariasi. Uang itu semua diberikan, bahkan pernah terlapor meminta uang kepada dia dengan tujuan untuk membayar gaji karyawan salon,” bebernya.
Hendra mengaku, terlapor datang mengambil mobil tersebut dengan cara diam-diam di tempat kerja pelapor.
“Jadi karena saya merasa sudah dirugikan dan juga dibuat malu oleh terlapor dan suamiya, jadi saya memilih untuk proses hukum, dan saya mohon agar Kapolresta Ambon segera perintahkan anak buahnya untuk tuntaskan laporan ini,” pungkasnya.(TIM-IM)







