Oleh Kaimudin Laitupa.
Pemuda Maluku.
IM — Ambon.’ — Melihat perkembangan akhir akhir ini,cukup memanas diberbagai media sosial baik itu cetak maupun online terkait Percakapan gagalnya LIN dan ANP
Untuk diketahui Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan Ambon New Port (ANP) adalah dua proyek yang masuk dalam daftar pembangunan strategis Nasional.
Pembangunan LIN ini cukup lama, padahal sudah di janjikan pada masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono namun nasipnya sampai saat ini masih di pertanyakan.
Oleh karena itu, semua elemen baik itu Pemerintah Daerah dalam hal ini Gubernur, Anggota DPR RI, anggota DPD RI maupun Pemuda Maluku agar segera duduk dalam satu dulang untuk bacarita terkait LIN dan ANP ini, sebelum duduk bacarita, terlebih dahulu lepas baju partai politik,lepas ego agama dan lepas ego kedaerahan sebab rasa memiliki Maluku lebih dari simbol yang kita miliki dan tidak ada artinya jika kita terus menerus saling menyalakan.
Sebab gagalnya LIN dan ANP.
Pertama LIN dan ANP berpotensi gagal sebab selama ini, pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur maupun anggota DPR RI dan DPD RI dapil Maluku jalan sendiri-sendiri.
Artinya Pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur tidak melibatkan semua stakeholder untuk menyuarakan LIN dan ANP ke pemerintah pusat, sehingga terkesan LIN dan ANP ini gagal.Setidaknya meminta untuk segera di realisasikan untuk kami masyarakat Maluku dan juga Anggota DPR RI dan anggota DPD RI dapil Maluku harus aktif dalam tugas parlemen,sebab masyarakat Maluku mengutus kalian ke Senayan itu untuk bicara dan bicara untuk kemajuan dan kesejahteraan bukan sebaliknya memperkaya diri dan keluarga.
Kedua tensi kepentingan politik 2024 semakin menguat sehingga berbagai cara dilakukan untuk menggagalkan LIN dan ANP ,itulah kecerdasan kita masyarakat Maluku artinya kepentingan segelintir orang mengkorbankan nasip orang banyak.
Jika elit lokal kita masih bertahan dengan budaya baku kuku maka selamanya Maluku tetap berada titik nol (miskin ekstrim).
Dari kedua poin diatas, kesempulannya adalah elit lokal Maluku masih berpikir tentang kantong kantong pribadi dan kelompok oligarkinya.Jika mereka berpikir tentang kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Maluku maka mereka sungguh sungguh berjuang.
Elit Maluku harus sadar akan dirinya bahwa membangun Maluku ini harus dengan hati bersih dan ikhlas.
Keikhlasan di topang oleh komitmen dan kolaborasi dengan semua stakeholder di Maluku yakin sungguh LIN dan ANP pasti bisa terwujud.
Berikutnya, melihat kritik publik hari ini adalah bagian dari rasa kekecewaan masyarakat Maluku terhadap pemerintah pusat, sebab cukup lama masyarakat Maluku menanti realisasi LIN di Maluku.Tidak ada artinya slogan
Indonesia untuk Maluku-Maluku untuk Indonesi.
Jika Indonesia merasa bahwa Maluku bagian dari NKRI maka tanpa diminta Indonesia pasti memberi sebab negara yang baik adalah melindungi warga negaranya.
suksesnya LIN Dan ANP membutuhkan komitmen dan kolaborasi semua elemen, baik itu pemerintah provinsi dalam hal ini Gubernur, anggota DPR RI, anggota DPD RI dan Pemuda Maluku untuk berjuang.Sebab komitmen dan kolaborasi adalah modal awal untuk berjuang,karena disetiap perjuangan tanpa ada komitmen dan kolaborasi maka perjuangan itu sia-sia.






