Sengketa Lahan, Siti Bakal Lapor Balik Pelaku Pencemaran Nama Baik.

- Publisher

Friday, 17 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Infomalukunews,com. Ambon–Hj Siti H bakal lapor balik terduga pelaku pencemaran nama baik di Polsek Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Pasalnya, Siti tak terima atas tuduhan mengunakan sertifikat dan Dokumen palsu lahan kelapa, di Desa Dihil, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten SBT, beberapa waktu lalu.

Mengingat, pencemaran nama baik adalah perbuatan menyebarkan informasi tidak benar untuk merusak kehormatan atau reputasi orang lain, baik secara lisan maupun tertulis, dan dapat dilakukan melalui media sosial.

Perbuatan ini diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), seperti Pasal 310, dan juga dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dengan ancaman hukuman pidana penjara atau denda.

“Iya, beta akan lapor kasus ini, karena ini demi nama baik beta dan keluarga sendiri,” ucap Siti, pada media ini, Jumat (17/06/2025).

Kasus ini, sebutnya, berawal dari salah satu warga Desa Dihil, Kecematan Siwalalat, Kabupaten SBT, atas nama Adolina Katerina Tamala (AKT), yang mana telah melaporkan dirinya di Polsek Werinama, dengan tuduhan pembuatan Sertifikat dan dokumen jual beli lahan kelapa palsu.

Indikasi pencemaran nama baik ini baru akan dilaporkan pihaknya, karena selama ini memilih diam sebagai bentuk itikat baik.

Siti berharap agar laporan yang nantinya dilayangkan mendapat keadilan hukum terhadapnya.

“Karena sudah menuduh saya, makanya saya lapor balik untuk orang yang telah menuduh saya mengunakan Sertifikat dan Dokumen palsu itu,” sebutnya.

Dikatakan, Siti, dokumen dan sertifikat yang dimiliki saat ini adalah asli, yang di buat di kantor pertanahan di Kota Bula SBT.

Bahkan, surat Sertifikat milik ibu Siti H itu di terbitkan Atas Nama Firman Kelian ( Anak Kandung Ibu Siti H), surat dokumen jual beli tanah tersebut tertulis Pihak pertama dan pihak kedua, sepakat untuk jual beli tanah, dilakukan dengan membayar ganti rugi sebesar Rp, 13 Juta.

“Beta (Saya) punya surat sertifikat lengkap, dikeluarkan langsung dari kantor Pertanahan SBT, tanah itu jua sudah dibayar Rp13 juta, mana ada mau alasan, bahwa itu palsu,” cetus Siti menutup.

Diberitakan sebelumnya, Hj Siti H di tuduhan melakukan penipuan atau pemalsuan dokumen surat jual beli lahan kelapa milik Obaja Hakapa di Desa Dihil, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Siti di laporkan saat itu oleh Adolina Katrina Tamala (AKT), yang mana laporan itu kepada pihak kepolisian dengan dalil Siti telah melakukan penipupan atas surat dokumen jual beli lahan kelapa.

Padahal, surat dokumen atau Sertifikat milik Siti tersebut sah, dikeluarkan oleh kantor Pertanahan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Bahkan, surat Sertifikat milik ibu Siti H tersebut telah di terbitkan Atas Nama Firman Kelian ( Anak Kandung Ibu Siti H), surat dokumen jual beli tanah tersebut tertulis Pihak pertama dan pihak kedua, sepakat untuk jual beli tanah, dilakukan dengan membayar ganti rgi sebesar Rp, 13 Juta. (IM-06).

Berita Terkait

Kejutan Hangat untuk Kapolda Maluku, Pangdam Pattimura : Sinergitas TNI-Polri Harga Mati!
POLDA MALUT DIMINTA USUT PERAN CLARISSA DAN SUSILAWATTY, ATAS DUGAAN KASUS PENIPUAN APLIKASI FOLGERS 
Buka Mubes IV Majelis Latupati Maluku, Hendrik Lewerissa Tekankan Pentingnya Menjaga Warisan Adat dan Budaya
Deny indrawan lubis jabat kasatreskrim polresta ambon
Siaga Karhutla, Pemprov Maluku Catat 82 Titik Panas hingga 14 Oktober 2026
Menanti Putusan, Korban Dugaan Malpraktik Klinik eR’eL Percayakan Keadilan kepada Hakim, Minta Seluruh Bukti Diperiksa Cermat
Polres Kepulauan Aru Tetapkan 17 Tersangka Kasus Penganiayaan Empat ABK KM Maulana 23
Dorong Pemerataan Pembangunan, TMMD Ke-130 Kodim 1504/Ambon Resmi Dibuka
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 18 October 2026 - 08:18 WIT

Kejutan Hangat untuk Kapolda Maluku, Pangdam Pattimura : Sinergitas TNI-Polri Harga Mati!

Saturday, 17 October 2026 - 12:19 WIT

POLDA MALUT DIMINTA USUT PERAN CLARISSA DAN SUSILAWATTY, ATAS DUGAAN KASUS PENIPUAN APLIKASI FOLGERS 

Friday, 16 October 2026 - 23:57 WIT

Buka Mubes IV Majelis Latupati Maluku, Hendrik Lewerissa Tekankan Pentingnya Menjaga Warisan Adat dan Budaya

Friday, 16 October 2026 - 21:23 WIT

Deny indrawan lubis jabat kasatreskrim polresta ambon

Thursday, 15 October 2026 - 19:44 WIT

Siaga Karhutla, Pemprov Maluku Catat 82 Titik Panas hingga 14 Oktober 2026

Berita Terbaru