MIRIS! PASIEN RAWAT INAP 5 HARI TANPA PEMERIKSAAN DOKTER DI PUSKESMAS KAIRATU, BUPATI SBB DIMINTA TURUN TANGAN

- Publisher

Wednesday, 3 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com, Seram Bagian Barat – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Kairatu kembali menjadi sorotan tajam. Seorang pasien yang menjalani perawatan selama lima hari mengaku tidak pernah mendapatkan pemeriksaan langsung dari dokter. Kondisi ini memicu kekecewaan keluarga pasien dan menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas pelayanan kesehatan milik pemerintah tersebut.

Keluarga pasien, Edi Pattiiha, kepada media ini, Selasa (2/6/2026), mengaku sangat kecewa dengan sistem pelayanan yang diterima keluarganya selama menjalani perawatan di Puskesmas Kairatu.

“Kami sangat kecewa dengan pelayanan di Puskesmas Kairatu. Selama lima hari dirawat, pasien tidak pernah diperiksa dokter. Alasannya dokter sedang tidak berada di tempat,” ungkap Edi.

Pengakuan tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Sebagai puskesmas rawat inap yang menjadi rujukan layanan kesehatan masyarakat di wilayah Kairatu dan sekitarnya, ketiadaan dokter selama berhari-hari dinilai sebagai persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele.

Pasien yang seharusnya mendapatkan pelayanan medis secara maksimal justru mengaku hanya ditangani tanpa pemeriksaan dokter. Situasi ini memunculkan dugaan lemahnya manajemen pelayanan dan pengawasan di lingkungan Puskesmas Kairatu.

Sejumlah warga menilai keberadaan hanya satu dokter di puskesmas rawat inap merupakan kondisi yang sangat riskan. Jika dokter berhalangan hadir karena tugas, cuti, atau alasan lain, maka pelayanan terhadap pasien berpotensi lumpuh.

“Kalau hanya mengandalkan satu dokter lalu dokter itu tidak ada, siapa yang bertanggung jawab melayani pasien? Ini menyangkut nyawa manusia, bukan persoalan sepele,” ujar salah satu warga.

Akibat buruknya pelayanan tersebut, beberapa pasien dikabarkan memilih pulang karena merasa tidak mendapatkan penanganan medis yang semestinya selama menjalani perawatan.

Masyarakat menilai persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan tenaga medis, tetapi juga menyangkut kemampuan manajemen dan tata kelola pelayanan kesehatan di Puskesmas Kairatu. Karena itu, Kepala Puskesmas Kairatu diminta segera dievaluasi guna mengetahui penyebab terjadinya kekosongan pelayanan dokter yang berdampak langsung kepada pasien.

Selain itu, Bupati Seram Bagian Barat juga didesak untuk turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Kairatu agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat buruknya tata kelola pelayanan kesehatan. Pemerintah daerah harus segera bertindak dan memastikan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak benar-benar terpenuhi,” tegasnya. (IM-03)

Berita Terkait

Tiga Tokoh Demokrat Maluku Siap Rebut Ketua, Siapa yang Direstui AHY?
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aru Lakukan Kunjungan Kerja Perdana ke Aru Selatan
Sasi Adat SD Negeri Walafau Dibuka, Anak-anak Bisa Kembali Belajar
Tomanussa: Pendidikan Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Buru Selatan
Komisi I DPRD Maluku Konsultasi ke Wamen Hukum, Bahas Ranperda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat
Bukan Sekadar Makan Siang, Pangdam Pattimura Tanamkan Semangat Prestasi dan Kebersamaan
Wali Kota Bodewin Ajak Pelajar Ambon Rajin Menabung Sejak Dini
Bangun Integritas dan Cegah Kejahatan Sejak Dini, Ditreskrimsus Polda Maluku Bekali Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ambon
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 27 August 2026 - 23:08 WIT

Tiga Tokoh Demokrat Maluku Siap Rebut Ketua, Siapa yang Direstui AHY?

Thursday, 27 August 2026 - 22:42 WIT

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aru Lakukan Kunjungan Kerja Perdana ke Aru Selatan

Thursday, 27 August 2026 - 15:39 WIT

Sasi Adat SD Negeri Walafau Dibuka, Anak-anak Bisa Kembali Belajar

Thursday, 27 August 2026 - 15:35 WIT

Tomanussa: Pendidikan Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Buru Selatan

Thursday, 27 August 2026 - 14:07 WIT

Komisi I DPRD Maluku Konsultasi ke Wamen Hukum, Bahas Ranperda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Berita Terbaru