IM, MASOHI-Realisasi dana bencana alam untuk korban gempa bumi di Maluku Tengah tahun 2019 terus bergerak naik. Dari angka Rp 61 miliar pad awal Juni lalu kini meningkat menjadi Rp 77.562.500.000,-per 24 Juni 2021 hari ini.
Kepala BPBD Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Latif Key mengatakan seluruh kecamatan telah dirambah dengan pencairan dana bantuan tersebut.
Masing-masing Kecamatan Salahutu, Leihitu, Pulau Haruku, Saparua, Saparua timur, Nusalaut dan Kecamatan Seram Timur Kobi.
“Jadi itu total bantuan untuk katagori Mandiri sebesar Rp 9.945.000.000,- dijumlahkan dengan yang reguler totalnya Rp 77.562.500.000,-” jelas Latif kepada infomalukunews.com Kamis (24/6/2021).
Sebelumnya bantuan dana bencana yang dikucurkan melalui KCP BNI Masohi ini pada awal Juni lalu, tembus di angka Rp 61.8
“Tentu saja ini peningkatan yang sangat positif. Peningkatan mencapai Rp 16 miliar dalam satu bulan, signifikan,” ujarnya
Sesuai SK BNPB Pusat jumlah KK (kepala keluarga) yang terakomodir dana gempa ini yakni sebanyak 14.996 KK untuk Kabupaten Malteng.
Proses pencairannya melalui BNI Masohi. Kepala Cabang BNI Ambon Friedson WNK kepada infomalukunews.com, Kamis (31/3/2021) lalu menjelaskan lancar tidaknya realisasi bantuan tergantung seberapa banyak berkas berhasil diverifikasi dan divalidasi, terutama berkas administrasi para kelompok penerima bantuan (KPB).
“Jadi kalau belum beres kita kembalikan. Ini tanggungjawab bersama. Begitu selesai kita tandatangan,” tandasnya.
Dijelaskan sebelum KPB dibentuk, Pemda Kabupaten Malteng datang dengan data 4000 KK penerima bantuan. Lalu menyusul 3000 KK menerima bantua secara individual atau by name by address.
“Dari data itu lah dibuka rekeningnya, awalnya seperti itu. Jadi dana itu awalnya di rekening per orangan,” jelasnya.
Ketika itu dana yang disalurkan mencapai Rp 200 juta per hari. Namun pihak BPBD Malteng komplen dan ingin agar dana disalurkan per hari Rp 1 miliar.
Hingga sekitar akhir tahun 2020 lalu, ternyata penyaluran dana tersebut per orang dirasa cukup menyulitkan. Sampai akhirnya dibentuk KPB, setelah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Maluku, BPBD Malteng maupun BNPB.
Hingga akhirnya disepakati BNI merealisasikan dana gempa tersebut per hari Rp 2 miliar dengan tambahan tenaga teller di daerah itu.
“Sehingga setelah 4000 KK, yang 3000 KK sekarang selesai. Insyaallah kedepan proses seperti itu akan berjalan untuk KPB,” tandas Friedson.
Ditegaskannya, untuk realisasi dana bencana alam ini, pihaknya tak bisa keluar dari petunjuk pelaksanaan (Juklak) yang ditetapkan oleh BNPB Pusat.
Dengan demikian dipastikan dana milik masyarakat ini tetap aman di BNI dengan Juklak tersebut. Sehingga tidak ada dana yang bisa ditarik jika tidak sesuai juklak.
“Dana itu tidak bisa dikorek-korek seperti apapun dengan perintah di luar juklak tersebut,” tegasnya.(pom)







