IM-Jakarta; – Memasuki tahun 2022, Perusahan Minyak dan Gas dari Jepang, inpex dan Shell belum beroperasi di Blok Masela. Pengurus Besar Pergerakan Pelajar Maluku (PB PPM), gelar aksi Resolusi 2022 tentang blok Masa pada, Jumaat, 14 Januari di Tjikini Caffe, Jakarta Pusat.
Kegiatan dengan tema : Blok Masela untuk siapa, itu megundang beberapa narasumber, diantaranya, kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, Presiden Federasi Pekerja Pertamina Bersatu (FPPB), Ari Gumilar, Kepala Dinas ESDM Maluku, Fauzan Chatif, Pakar Hukum Pidana, Bob Hasan dan Wartawan Senior Majalah Forum, Kisman Latumakulita.
Kegiatan yang berlangsung selama empat jam itu, dipimpin oleh modrator, Usra Waiulung, yang juga ketua umum PBPPM. Dihadiri oleh sekitar 50 orang peserta Mahasiswa asal Maluku dan wartawan yang di undang. Meskipin Narasumber yang di undang ada beberapa orang yang tidak sempat hadir karna kendala waktu dan kesibukan namun kegiatan tetap jalan dengan lancar hinga selesai.
Dalam diskusinya Usra Waiulung yang selain menjadi modrator juga merupakan ketua umum PBPPM mengatakan kalau Blok Masela harus menjadi harapan kesejatraan orang Maluku. Jangan lagi Blok Masela menjadi bencana orang Maluku.
“Kita suda punya pengalaman miliki blok minyak Bula. Tidak ada dampak apa-apa di daerah tersebut. Malah rusak lingkungan sekitar, rusak budaya sekitar, rusak alam sekitar. Jadi masela ini jangan lagi jadi beban buat orang Maluku. Bahkan PI10% juga kalau ga di kelola dengan baik bisa habis tanpa bukti” tambah Usra yang juga mahasiswa pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Usra juga sangat medukung proses percepata oprasi Blok Masela, biar supaya perputaran ekonomi di Maluku juga bisa cepat berputar dan berkemang.
“Ini yang perhambat ini sebenarnya juga ini PT.Shell katanya mau cabut dari blok masela. Kalau mau cabut ya cabut aja dan kami menginginkan untuk PT Shel cabut dan lebih baik cabut karna kami inginka perusahan dalam negeri yang mengelolanya seperti pertamina” tambah Usra
Ia melanjutkan, kalau PPM menegaskan kalau Pertamina tidak segerah di libatkan atau menganti posiai PT Shell, PPM akan menolak semua operasi Blok Masela. Karna kami tidak merasa yakin harapan kesejatraan itu ada untuk anak Bangsa.(Red)






