Infomalukunews.com, Ambon,- Kabar hilangnya 30 karung berisi dokumen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, hingga kini bukan hanya menggegerkan para pemangku kepentingan serta pihak internal di Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, tapi mencuat di seantero Maluku.
Pasalnya, dokumen tersebut hilang dengan jumlah banyak. Dan jika hal ini sengaja dilakukan oleh oknum-oknum tertentu, maka aparat penegak hukum Polda Maluku harus profesional usut sampai tuntas.
Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Ambon, Muhamad Gurium SH, mengatakan, hilangnya 30 karung dokumen dana BOS dan DAK milik Dinas Pendidikan Maluku itu, Polda Maluku ditantang ungkap siapa sutradara dan aktor di balik hilangnya dokumen tersebut.
“Polda Maluku harus ungkap siapa sutradara dan aktor yang berperan dalam film hilangnya dokumen dana BOS dan DAK milik Dinas Pendidikan Maluku tersebut,” ujar Gurium, melalui selulernya, Kamis, (26/6).
Kata Gurium, Persoalan ini harus penjadi perhatian bersama, apalagi kasus dana BOS dan DAK di Dinas Pendidikan ini sedang di lidik oleh Ditreskrimsus Polda Maluku.
“Ini sesuatu yang tidak logis, kalau satu atau dua dokumen itu masih bisa diterima secara akal sehat, bisa saja terselip, tapi kalau 30 karung dokumen itu benar-benar diluar nalar manusia. Maka patut dicurigai ada oknum, baik itu di luar maupun di dalam dinas yang bermain.Olehnya itu saya berharap, Polda Maluku harus kejar dan ungkap siapa saja yang terlibat dalam masalah ini. Serta masalah ini akan menjadi perhatian khusus bagi LBH GP Ansor Kota Ambon. Kita akan tetap konsisten mengawal masalah ini sampai tuntas di ranah hukum,” pungkasnya.(reed)







