Pemuda Muhammadiyah Maluku Minta Polisi Tindak Penyebar Provokasi Agama

- Publisher

Wednesday, 11 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com, Ambon, — Pemuda Muhammadiyah Maluku meminta pihak kepolisian menindak tegas penyebar player bernuansa provokasi atas nama agama di media sosial.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Maluku Bidang Hukum dan HAM, Abas Souwakil, Rabu (11/3/2026). Ia menilai tindakan provokasi dengan membawa-bawa agama untuk kepentingan pribadi dapat memicu konflik di tengah masyarakat.

“Kami minta polisi menertibkan para provokator atas nama agama,” kata Abas.

Ia mengaku bingung dengan tingkah laku pihak yang membawa nama agama untuk kepentingan proposal pembangunan masjid miliknya.

“Masa urusan pribadi di masjidnya lalu dia mau memprovokasi umat satu Maluku untuk membela dirinya. Dia tidak tahu kalau gubernur (Hendrik Lewerissa) sudah membantu banyak masjid di Maluku ini,” ujarnya.

Abas mengatakan, Gubernur Hendrik Lewerissa telah membantu puluhan masjid di Maluku. Berbagai kegiatan keagamaan juga telah banyak mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

Menurutnya, saat ini pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran sehingga tidak semua permintaan bantuan bisa langsung dipenuhi.

“Kalau sadar, dia harus tahu bahwa sekarang ada efisiensi anggaran besar-besaran. Lalu dia mau paksa anggaran untuk kepentingannya sendiri, bagaimana dengan yang lain. Memangnya kalian sendiri yang punya masjid untuk dibangun. Kita semua juga punya masjid yang ingin dibangun, hanya kita tahu sopan santun,” ungkapnya.

Abas menambahkan, dalam sejarah Islam Nabi Muhammad SAW pernah memerintahkan pembakaran Masjid Dhirar (Masjid Pembangkang) yang dinilai memicu konflik di tengah umat. Perintah itu turun melalui wahyu dalam QS. At-Taubah ayat 107–110.

“Sekarang semua orang mau minta sementara uang tidak ada. Kalau gubernur kasih ke kalian lalu yang lain minta dan tidak dikasih, kemudian harus ribut lagi seperti kalian, apakah tidak kacau daerah ini,” katanya.

Ia juga mengingatkan umat agar tidak terpancing provokasi dan tetap fokus pada peningkatan amal ibadah.

“Kami minta masyarakat jangan menghiraukan provokator seperti itu. Mereka hanya ingin mengurus kepentingannya sendiri. Kalau dibiarkan, hal seperti ini bisa merusak keadaan,” tutupnya.(IM-03)

Berita Terkait

Pelantikan 10 Pejabat di Aru, Bupati Timotius Kaidel Minta Kerja Cepat dan Tinggalkan Ego Sektoral
Bentrok Antar Pemuda, berhasil diredam aparat keamanan, Masyarakat diminta jangan terpancing.
3 Minggu Batal Terus! Warga Pulau Kur Geram, KM Lobster Tak Kunjung Berlayar
Kementrian PU Survei Infrastruktur di Buru Selatan 
Kejati Maluku Maraton Periksa Saksi Kasus Korupsi BRI dan Proyek Jalan Namlea–Samalagi, Rp100 Juta Diserahkan sebagai Barang Bukti
Wakil Bupati Kepulauan Aru Resmi Tutup Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru SD melalui Metode Matematika GASING 2026
Kejari Ambon Tetapkan 2 Tersangka Korupsi PT Dok dan Perkapalan Waiame, Kerugian Negara Capai Rp18,96 Miliar
Wali Kota Ambon Buka Konsultasi Publik Tahap II KLHS dan Revisi RTRW, Dorong Penataan Kota yang Berkelanjutan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 7 August 2026 - 06:29 WIT

Pelantikan 10 Pejabat di Aru, Bupati Timotius Kaidel Minta Kerja Cepat dan Tinggalkan Ego Sektoral

Thursday, 6 August 2026 - 14:58 WIT

Bentrok Antar Pemuda, berhasil diredam aparat keamanan, Masyarakat diminta jangan terpancing.

Thursday, 6 August 2026 - 14:56 WIT

3 Minggu Batal Terus! Warga Pulau Kur Geram, KM Lobster Tak Kunjung Berlayar

Thursday, 6 August 2026 - 14:26 WIT

Kementrian PU Survei Infrastruktur di Buru Selatan 

Wednesday, 5 August 2026 - 19:17 WIT

Kejati Maluku Maraton Periksa Saksi Kasus Korupsi BRI dan Proyek Jalan Namlea–Samalagi, Rp100 Juta Diserahkan sebagai Barang Bukti

Berita Terbaru