Pemuda Muhamadiyah Desak Pemda Gunakan GeNose Covid-19 Ganti Tes Rapid Antigen

- Publisher

Wednesday, 23 June 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM, AMBON-Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku menilai tes Covid antigen dan swab test memberatkan masyarakat.

Pasalnya standar harga tes tersebut setiap kabupaten/kota berbeda-beda, terkesan pemerintah tidak memberikan patokan harga.

“Mestinya pemerintah memberikan patokan harga terendah untuk semua tempat, padahal digunakan hanya sesaat,” kata Kabid Kesehatan PW Pemuda Muhammadiyah Maluku. Rivai Tuhulele, Selasa (22/6/2021).

Biaya pelayanan kesehatan terkait Covid-19 menurutnya mencekik dan membebani masyarakat dan berdampak sosial maupun ekonomi bagi masyarakat.

Termasuk dampak psikologi berupa keresahan di publik daerah ini.

“Di lain sisi kita pasti bertanya dana rapid test ini pertangungjawabannya seperti apa?? Saya kira perlu dijelaskan juga soal isu krusial ini.” ujar Tuhulele.

Alih-alih bermasalah, pihaknya kata Tuhulela mendesak mengunakan alat tes Ge Nose, daripada rapid test antigen.

Alat tersebut merupakan hasil karya anak bangsa dari Universitas Gadjah Mada dengan akurasi dateksi gejala Covid-19 yang jauh lebih baik.

“Cepat dan tepat, cukup terjangkau masyarakat kecil, lebih murah hanya 30-40 ribu, tingkat akurasinya sudah teruji sehingga tak lagi diragukan,” katanya.

Ge Nose  atau Gajah Mada Electronik nose C19 sendiri ujar dia, merupakan alat tes diagnostik cepat berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi covid 19.

Penggunaannya telah masiv di belasan provinsi, ratusan Kab/kota dan pada tempat2 serta  pusat keramaian, seperti stasiun kereta, pelabuhan dan lain sebagainya.

Sepatutnya Pemda Maluku dan Kab/Kota dan DPRD sensitif dan peka terhadap isu ini dan segera mengambil langkah untuk GeNose ini.

Yakni untuk mengalokasikan anggaran penanganan covid dengan membeli alat Ge nose uuntuk menggantikan tes swab/antigen.

Daripada para pejabat kesana kemari dengan uang rakyat itu dengan mudah membayar antigen/swab, sementara rakyat kecil yang mau mengantar keluarga ke rumah sakit di Ambon misalnya atau berjualan, malah harus bayar antigen plus tiket.

“Kami ingatkan pemrintah gunakan uang rakyat untuk rakyat yang sudah susah jangan dibebankan harus membayar Rp 150-250 ribu untuk swab/antigen yang berlaku hanya sesaat itu,” tandasnya.(pom)

Berita Terkait

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA
Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak
Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan
Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026
“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Berita ini 196 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 20 August 2026 - 06:44 WIT

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA

Wednesday, 24 June 2026 - 10:33 WIT

Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak

Tuesday, 2 June 2026 - 10:01 WIT

Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan

Tuesday, 26 May 2026 - 14:02 WIT

Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026

Thursday, 7 May 2026 - 22:49 WIT

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎

Berita Terbaru