IM-Piru;- Paska hujan lebat mengguyur sejumlah titik di Kabupaten SBB pekan kemarin, ruas jalan Trans Seram yang menjadi jalur utama yang melewati Kota Piru, mulai dibenahi.
Dari Pantauan media ini beberapa pekan lalu, akibat intensitas kendaraan yang melewati jalur tersebut, juga karena hujan deras maka pada sejumlah titik terdapat aliran air, baik dari permukaan maupun dari dalam tanah sehingga mengakibatkan kerusakan pada aspal jalanan.
Karena kerusakan tersebut, maka muncul lubang – lubang dan aspal jalanan yang tergerus juga mengakibatkan permukaan jalan raya tidak rata di sepanjang jalan utama kota Piru, yakni dari Dusun Kilosatu , hingga ke Jembatan Etti.
Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengedara bahkan sangat berbahaya bagi Mereka, karena selain ada resiko kendaraan terpleset, juga karena untuk menghindari lubang di jalanan para pengendara terkadang mengambil jalur yang bersebrangan sehingga resiko bertabrakan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan.
Persoalan ini kemudian direspon Balai Pelaksa Jalan dan Jembatan Wilayah IX Wilayah Maluku dan Maluku Utara, dengan melakukan penambalan dan meratakan kontur jalan yang tidak rata tersebut dengan campuran aspal Hotmix.
Dari pantauan media ini di lapangan pada di Perempatan Bank Maluku,Kompleks Manipa, Waimeteng Darat, pada Sabtu, (2/10/2021) terlihat para pekerja sedang melakukan penambalan ruas jalan yang berlobang dengan campuran aspal yang dijatuhkan dari mobil truk.
Semoga dengan penambalan ruas jalan ini dapat menghadirkan kenyamanan berkendara bagi pengguna jalan raya, juga menghindari kerawanan kecelakaan lalu lintas di kota Piru.
Tercatat ada sejumah lokasi di Kota Piru yang ruas jalannya berlubang secara ekstrem, yakni di pada perempatan Tugu Pahlawan Pemekaran Bob Puttilehalat, (Translok), Depan Kantor Dinas Perumahan SBB,( Papora) Perempatan Tugu Oma- Opa ( Neniari) , Depan UPL PLN Piru, Jembatan Manipah dan Jembatan Layueng.( Nicko Kastanja)







