Nakes Gizi RS Haulussy Mengeluh Dibayar Rp 1 Juta

- Publisher

Tuesday, 27 July 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM, AMBON-Para tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Haulussy Ambon sejak pandemi Covid-19 merebak berada di garda depan melayani pasien terpapar virus tersebut kembali bersuara.

Mereka mengeluhkan insentif atau tunjangan jasa pelayanan pasien covid di rumah sakit milik Pemprov Maluku itu yang dibayarkan tak sesuai jasa yang diberikan ke pihak RSUD itu.

“Di instalasi Gizi saja ada 54 orang nakes tapi dong (RSUD) kasig par (untuk) 13 orang saja. Itu juga satu nakes hanya dapat Rp 1 juta,” ungkap sumber nakes bagian gizi RSUD dr Haulussy kepada wartawan melalui WhatsApp, Selasa (27/7).

Sedang nakes lain di bagian Sanitasi mendapat insentif jauh lebih tinggi. Ini yang membua heran dia dan rekan-rekannya di bagian Instalasi Gizi.

Pada bagian Sanitasi, seluruh nakes diupah lebih besar Rp 5 juta. “Katong cuman Rp 1 juta. Masa yang lain dapat 5 juta Ktng yang siapkan pasien Covid pung makanan zn di perhitungkan?” ujarnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno memyatakan pihaknya akan segera mengatasi keluhan para nakes yang melayani pasien covid di sejumlah rumah sakit.

Jika anggaran tersedia insentif Nakes yang bertugas di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 maka seharusnya diprioritaskan.  

“Yang pasti harus dibagikan dong ke mereka. Mungkin terlambat sedikit tapi harus dibayar,” katanya.

Berapa jumlah nakes yang belum dibayar belum diketahui pihaknya. Termasuk penyebab insentif nakes belum dibayarkan.

Hal itu baru dapat dipastikan setelah mendapat data ini dari Dinas Kesehatan maupun Tim Satgas Covid-19 Provinsi Maluku.

Pihaknya juga telah menelpon Plt Kadis Kesehatan untuk meminta laporan intsentif tenaga kesehatan. Kemudian Karo Hukum sebagai Sekretaris Tim Satgas Covid Provinsi Maluku untuk memberikan rincian anggaran tim Covid yang tersalur.

“Nanti kalau sudah ini kita bisa tahu, kondisi tenaga kesehatan yang ada di rumah-rumah sakit. Percaya deh kami akan sampaikan ini ke publik,”janjinya.

Orno mengaku insentif Nakes menjadi prioritas dirinya dan Gubernur. Keduanya telah membicarakan masalah ini dan berkeinginan untuk menyelesaikan pembayaran insentif tersebut.(pom)

Berita Terkait

MPD Pemuda ICMI Kota Tual Bersilaturahmi dengan Dandim 1503/Tual
Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA
Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak
Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan
Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026
“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Berita ini 470 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 06:40 WIT

MPD Pemuda ICMI Kota Tual Bersilaturahmi dengan Dandim 1503/Tual

Thursday, 20 August 2026 - 06:44 WIT

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA

Wednesday, 24 June 2026 - 10:33 WIT

Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak

Tuesday, 2 June 2026 - 10:01 WIT

Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan

Tuesday, 26 May 2026 - 14:02 WIT

Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026

Berita Terbaru