Infomalukunews.com, Ambon Maluku — Menteri Agama RI Nasaruddin Umar meresmikan Institut Agama Negeri (IAIN) Ambon jadi Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji, Jumat (16/1) sore.
Nasaruddin berharap UIN AM Sangadji Ambon menjadi motor penggerak dalam merawat perdamaian dan memperkuat toleransi antar umat beragama di Maluku.
Didampingi anggota DPD RI Nono Sampono, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Nasaruddin meminta keharmonisan sosial kembali terbangun di Maluku karena Maluku sempat memiliki sejarah kelam sehingga NILAI-NILAI toleransi dan moderasi beragama terus terpelihara dengan baik.
Usai meresmikan UIN AM Sangadji Ambon, Nasaruddin sempat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan civitas akademika dengan tema kurikulum cinta dan ekoteologi dalam membangun masa depan Maluku yang adil, damai dan berkeadaban.
Kurikulum cinta sendiri merupakan pendekatan pendidikan yang menumbuhkan empati solidaritas dan penghargaan antar sesama. Sementara menag juga mengingatkan pentingnya implementasi ekoteologi yang mengajarkan manusia untuk menyelamatkan alam pasalnya alam sebagai bagian dari amanah Tuhan yang patut dilestarikan.
Usai memberikan kuliah umum, menag bergeser untuk melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari program prioritas ekoteologi mendorong kerukunan dengan alam semesta dan tanggungjawab menjaga lingkungan.
“Saya melihat bahwa universitas Islam negeri AM Sangadji yang diberikan pemerintah itu salah satunya syarat itu harus profesional karena setiap daerah itu memiliki kelebihan masing-masing sama juga di Jawa ada kearifan lokal,”kata Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Jumat (16/1).
“Namun ketika diteliti ternyata prestasinya meningkat, pekerjaan rumah kita kedepan jika persyaratan formal sudah kedepan kita dorong termasuk IAKN,”tambah dia menjelaskan.
Menteri agama RI Nasaruddin Umar sempat terbang ke Pulau Banda, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (16/1) pagi. Disana, Nasaruddin menyambangi sejumlah situs sejarah peninggalan tokoh nasional. Mulai dari rumah pengasingan bung Hatta, rumah budaya Banda Neira, rumah pengasingan Sutan Syahril, Perigi Rante hingga istana mini Banda Neira.
Tak kalah penting dalam kunjungan ke Banda, Nasaruddin sempat meninjau lokasi pembangunan pondok pesantren (ponpes) Tahfidz untuk mendukung pariwisata Maluku sebagai pariwisata religi. Ini didorong sehingga Maluku mewakili kawasan timur Indonesia memiliki pariwisata tingkat dunia seperti Bali dan Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur.(IM-03)





