IM — Masohi.’ — Bupati Kabupaten Maluku Tengah Tuasikal Abua melantik Hasan Basri Tidore sebagai kepala pemerintahan negeri Wahai Kecamatan Seram Utara (Serut) menuai protes keras bahkan melakukan pemalangan kantor negeri Wahai, kamis(12/5).
Para tokoh adat dan masyarakat setempat di kabarkan melakukan pemalangan jalan hingga malam untuk tetap menunggu kedatangan para rombongan dari Kota Kabupaten ( Masohi), kata tokoh masyarakat Wahai Ahyar melalui pesan singkatnya kepada Infomaluku.com, Sabtu(14/5/2022).
Pasca pelantikan para rombongan Hasan Basri Tidore dan Badan Saniri negeri akan bertolak dari Kota Masohi menuju negeri Wahai, namun warga akan melakukan tindakan pemalangan bagi mobil yang di tumpangi rombongan.
“Kata Ahyar, pada jumat siang warga memalang mobil berwana hitam karena mabil tersebut di tumpangi Hasan Basri Tidore bersama Saniri”, Ahyar Fahri.
Sementara itu tadi malam pukul 22.00 wit rumah Hasan Basri Tidore di geruduk ratusan masa, dan para rombongan Hasan Basari Tidore dan Saniri sedang berada di tanah abang karena takut di geruduk masa, jelas Ahyar.
Untuk di ketahui, warga negeri Wahai menolak Hasan Basri Tidore sebagai kepala pemerintahan karena bukan dari mata rumah parenta sehingga menimbulkan respon dari berbagai pihak mata rumah di antaranya, mata rumah Makatita, mata rumah Tolokiit, dan mata rumah Roupessy, tuturnya.(IM03)





