Infomalukunews.com, Ambon-Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Magister (S2) Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji (AMSA) Ambon, menggelar sosialisasi bahaya
BULLYING dan HOAX bagi siswa sekolah MA Morella, yang bertempat di MTs Al Hilal Morella dan MA Al Hilal Morella, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan dengan tema “Pencegahan bullying dan Hoax di era digital pada generasi zoomers atau igeneration”. Kegiatan tersebut didampingi lansung oleh dosen DPL Dr. Sri Ratna Dewi Lampong, M.A, dengan pemateri dari mahasiswa Jurusan Sosiologi Agama, Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon yakni Amidhan Wadubun, Fatri, Kariyati Buton, dan Yuni Ode.
Kegiatan tersebut sebagai upaya memberikan pemahaman dan pencegahan terhadap aktivitas bullying dan berita hoax yang dapat merugikan anak bangsa terutama bagi anak-anak dibangku sekolah,
Selain itu juga, kegiatan ini sebagai upaya preventif untuk mencegah kejadian atau munculnya masalah yang tidak diinginkan di lembaga pendidikan.

Kami menjelaskan kepada siswa dampak dari bullying dan Hoax, macam-macam, bentuk maupun sangsi pidananya, ujar Amidhan Wadubun kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Sabtu (25/10/2025).
Kata Amidhan, sebagai mana bullying menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, penurunan prestasi akademik, hingga risiko perilaku negatif seperti perundungan dan konflik antar siswa, maupun tawuran antar pelajar, bahkan konflik antar warga.
Sama halnya dengan Hoax yang dapat menciptakan ketidakpercayaan dan ketegangan di antara siswa, bahkan memicu konflik karena informasi yang salah di kalangan masyarakat, mengingat konflik permasalahan yang ada dilingkungan, berawal dari bullying dan berita hoax yang mengakibatkan tawuran antar pelajar yang sering juga terjadi di kota Ambon, ujarnya.

Lebih lanjut Amidhan, dengan sosialisasi ini diharapkan para siswa siswi ikut terlibat dalam menjaga situasi Kamtibmas dilingkungannya terutama dilembaga pendidikan.
Selain itu juga menjaga nilai-nilai akademik menciptakan kedamaian dan mempertahankan kondisi yang baik, mendukung keunggulan akademis, baik secara fisik maupun moral, sehingga tidak terbatas pada kebersihan, tetapi juga mencakup integritas, kejujuran, dan interaksi yang mendukung pertumbuhan intelektual di bangku sekolah, tandasnya. (Red)





