Korupsi Pengadaan Kapal Cepat Pemda SBB, Mahasiswa Demo Mendesak Kejati Maluku Periksa Ikqbal payapo dan Bastian.

- Publisher

Thursday, 19 May 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM–Ambon’.–Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Nusa Ina Seram Bagian Barat melakukan aksi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku.

Para mahasiswa itu, memegang poster bertulisan “Ada Korupsi Kapal di Seram Bagian Barat” serta “Kejati Maluku Usut Kasus Korupsi Iqbal Payapo dan Bastian.

Koordinator Lapangan (Korlap) Abdullah Hitimala, mendesak Kejati Maluku segera mengusut dugaan kasus korupsi kapal Pemda SBB senilai Rp. 7,1 Miliar dengan mengunakan APBD tahun 2020, yang diduga melibatkan Iqbal Payapo dan Ketua LPSE Bastian, ujar Hitimala kepada media Infomaluku.com, Kamis (19/5/2022).

“Kami menduga Iqbal Payapo dan kepala LPSE Bastian, Direktur PT Khairus Hengky, PPK Wiwi, dan kadis Perhubungan Peking Caleng juga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kapal operasional milik Pemerintah Kabupaten SBB,” ujar hitimala.

Iqbal Payapo dan Bastian yang harus bertangjawab atas proyek kapal cepat tersebut karena kapal ini suda di kerjakan sejak tahun 2019. Tetapi sampai saat ini kapal tersebut belum di manfaatkan oleh Pemda SBB.

Hitimala katakan, kadis Perhubungan sudah perintahkan Ketua LPSE Bastian untuk menemui keluarga Almarhum mantan Bupati SBB Yasin Payapo untuk bantu. Ada apa sebenarnya sampai kadis harus perintahkan Bastian untuk ketemu keluarga Almarhum Yasin Payapo, jelasnya.

Menurut Hitimala, Bastian ketemu keluarga Almarhum Yasin Payapo. Pasalnya, karena saat itu Almarhum ayahnya Iqbal Payapo belum meninggal Dunia, jadi pasti dia punya andil didalamnya, ujar Hitimala.

Selain itu, proyek kapal ini diketahui sudah cair 100 persen, Namun hingga kini tak terlihat wujud fisiknya sama sekali.

“Kasus korupsi kapal Pemda SBB ini sudah terang benderang dan logikanya kapal dari 2020 sampe 2022 ini belum juga ada, sementara anggaran sudah 100 persen, kan aneh. Untuk itu, kami mendesak Kejati Maluku agar segera mengusut kasus ini karena suda merugikan negara dan kabupaten Seram Bagian Barat.”Tutupnya

Diketahui, Iqbal payapo merupakan Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Hanura.Dia adalah anak Bupati Seram Bagian Barat, Almarhum Yasin Payapo.(IM03)

Berita Terkait

Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan
Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026
“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat
Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi
Berita ini 558 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 2 June 2026 - 10:01 WIT

Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan

Tuesday, 26 May 2026 - 14:02 WIT

Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026

Thursday, 7 May 2026 - 22:49 WIT

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎

Saturday, 25 April 2026 - 16:55 WIT

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ

Wednesday, 22 April 2026 - 19:39 WIT

Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan

Berita Terbaru