IM-Dobo;—Hasil Keputusan Tim Seleksi Bawaslu Zona 2 yang di dalamnya ada Kabupaten Kepulauan Aru dinilai tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh publik selama ini, dimana representasi keberagaman tidak diperhitungkan oleh timsel. Kata Sekretaris GMKI Cabang Dobo. Markus Karelau, kepada Info Maluku Rabu 02/08/23.
Dia mengakui, sangat kecewa atas putusan Timsel Bawaslu Zona 2 tersebut.
“Saya Merasa Kecewa dengan Keputusan Timsel Bawaslu Zona 2 Karena Tidak Mempertimbangkan Keberagaman yg selama ini katong jaga di Aru” kesal Karelau.
Lebih lanjut diakatakan, Pada dasarnya hubungan kekerabatan masyarakat Aru sudah terbangun dengan baik, apalagi Pemerintah Daerah telah menjadikan Aru Sebagai Laboratorium keberagaman antar umat beragama, sehingga seharusnya Timsel juga mempertimbangkan hal tersebut, namun, malah sebaliknya mengabaikan-nya.
“Timsel Bawaslu Zona 2 mengabaikan Itu sehingga dalam Komposisi 6 besar tidak Memberikan dampak kepuasan kepada kami.” ungkap Karelau, Aktivis GMKI asal Aru tersebut.
Dirinya mengakui, sebagai Perwakilan Organisasi sangat heran dengan timsel, karena, jangan lupa Keterwakilan anak Aru dalam komposisi lembaga pengawas Pemilu itu penting, mengingat mereka akan bersentuhan Langsung dengan masyarakat adat setempat. dan untuk menuju Pemilu 2024 yang semakin Aman, seharusnya penyelenggara yang lolos seleksi juga harus mempunyai pengalaman menetralisir segala persoalan atau sengketa pemilu, bukan sebaliknya, memilih asal suka maunya timsel semata. kesal Marko.
Dengan harapan semoga hasil 3 besar Bawaslu Provinsi dan Bawaslu RI lebih mempertimbangkan Keterwakilan umat beragama baik Muslim, Katolik dan Protestan, tutupnya. (DTIM)







