IM,AMBON-Nasib kapal Dinas Perhubungan Pemkab Seram Bagian Barat (SBB) seharga Rp 7,1 miliar yang dibangun sejak tahun 2019 belum jelas. PPK kapal ini Ny Herwin dihubungi belum ada informasi.
Tapi informasi terbaru disampaikan kontraktor kapal ‘bertenaga kuda’ 700 HP ini kalau bodi kapal dan perlengkapan lainnya sudah selesai dikerjakan.
“Trebel (gangguan) kemarin itu hanya karena situasi covid-19. Sekarang sisa mesinnya saja, masih dalam perjalanan dari Jepang,” terang Stanley Pirasouw kepada infomalukunews.com, Minggu (20/12/2020) melalui telepon seluler.
Kontraktor Stenley, menjelaskan, sesuai kontrak sedianya kapal tersebut selesai per 31 Desember tahun 2020. Tapi karena kondisi pandemi korona mesin kapal terlambat tiba di galangannya kawasan Kali Baru Kecamatan Paku Haji, Kabupaten Tangerang Provinsi Banten.
“Mesinnya dari Jepang, tapi sudah masuk Singapura tanggal 23 Desember kemarin,” ungkap Pirasouw.
Menurutnya setelah tiba di pelabuhan Banten, kemungkinan masih ada kendala lagi karena surat-surat mesin harus diproses pihak bea dan cukai lagi.
“Apalagi kondisi covid begini, bapak khan tau pegawai kementerian ini paling hanya 25 persen yang masuk kerja. Intinya kapal selesai, tinggal mesinnya aja,” ujar dia.
Sebelumnya Pimpinan PT Kairos Anugerah Marina itu berdalih kapal terlambat diselesaikan akibat tender sebelumnya tahun 2019 dibatalkan oleh Pemkab SBB. Setelah kembali memenangkan tender baru lah pihaknya mulai mengerjakan kapal itu. (pom)







