IM — Piru.’ — Kepala Dinas Pendindikan Kabupaten Seram Bagaian Barat John Tahya menunjukan sikap peremanisme kepada wartawan di kantor Bupati Seram Bagian Barat.
Vidio John Tahya dengan kalimat “Nanti Ose Lihat” kepada wartawan itu viral.
Dalam vido yang berdurasi 20 detik yang viral, tanpak Kepala Dinas Pendidikan John Tahya itu berbicara dengan sikap marah – marah dan menujukan sikap seperti bukan sebagai seorang pemimpin di instansi tersebut.
John Tahya mengancam dengan kata “Nanti Ose Lihat” seperti seorang peremanisme hingga di tonton oleh para pegawai pada kantor Bupati SBB itu.
Kejadian tersebut pada selasa (17/5) pukul 12. 14 Wit pada saat itu wartawan (FB) berada di kantor Bupati SBB lantai satu tepatnya di bagain depan setda SBB. Tiba – tiba John Tahya muncul lalu ketika lihat Wartawan (FB) lansung menyebut kamu Fadly Bufakar, dia pun menjawab iya, kemudian John Tahya ngamuk dan meluarkan ancaman “nanti ose lihat” serta menyebutkan bodok.
Dengan beredar vidio Kadis Pendidikan SBB John Tahya, di tanggapi oleh Ketua Pemerhati Kabupaten Seram Bagaian Barat, Amaran mengatakan bahwa, sikap Kadis Pendidikan SBB Jhon Tahya tidak pantas di tunjukan di Kabupaten Saka Mese Nusa, karena negeri ini tidak membutuhkan pemimpin sikap peremanisme, ujar Amran kepada media ini, Kamis(19/5/2022).
Kata dia, seharusnya John Tahya itu memanggil saudara Fadly Bufakar baik – baik lalu menanyakan terkait pemberitaan tersebut sehingga tidak ada peran mulut antara Jhon Tahya dan Fadly Bufakar ujar Amran.
Oleh sebab itu, siappun penjabat Bupati SBB nantinya, kami minta John Tahya harus segera di evaluasi karena sikap peremanisme ini tidak boleh tumbuh di Kabupaten Seram Bagaian Barat lebih khususnnya pada Dinas Pendidikan, ujarnya.
Apalagi di Dinas Pendidikan ini kita menciptakan sumber daya manusia, tentu membutuhkan pemimpin pada Dinas Pendidikan tersebut yang berkualitas dan mampu mengelola organisasi itu dengan baik, ujar Amran.
Untuk di ketahui, dalam vidio tersebut, John Tahya tidak terima dengan pemberitaan terkait adanya dugaan pemotongan dana Bantuan Operasi Sekolah (Bos) di seluruh sekolah SD dan SMP tahap pertama tahun 2022, tuturnya.,(IM03)






