IM, AMBON-Dari 54 perawat RSUD dr Haulussy pada bagian Gizi tidak semua mendapatkan insentif pelayanan pasien Covid-19.
Hanya 13 orang yang diusulkan ke pihak RSUD untuk diproses mendapatkan tunjangan pelayanan tersebut.
“Iya hanya 13 orang yang diusulkan ke atas,” kata Kapala Instalasi Gizi RSUD dr Haulussy Kepala Instalasi Gizi Ny.Katerina Rahanra SKM dihubungi wartawan melalui telepon seluler, Rabu (28/7/2021).
Insentif dari 13 perawat Gizi itu diberikan berdasarkan beban kerja dan kinerja mereka.
Terkait insentif 41 perawat gizi yang lain Katerina mengaku tidak tahu menahu, dia meminta tanyakan langsung ke direktur RSUD.
“Tanya di atas saja, karena yang diusulkan untuk insentif hanya yang 13 orang itu saja,” jelasnya.
Dia mengaku 13 perawat sudah dibagi rata mendapat insentif masing-masing sebesar Rp 1.400.000,-
Sebelumnya salah satu sumber mengaku anggaran insentif untuk 54 perawat Gizi sebesar Rp 79 juta.
Jika Rp 79 juta dibagi habis hasilnya Rp 1.400.000 per orang.
“Berarti yang sisanya untuk 41 orang uangnya kemana? macam ada korupsi Katong pung insentif bagitu,” ujar sumber perawat bagian Instalasi Gizi itu.(pom)







